Friday, August 29, 2008

Mata Kuliah Tersulit

Mata kuliah yang paling sulit, biasanya dihadapi dengan lebih serius.
Berbagai upaya dan strategi dilakukan.
Selalu hadir di setiap sesi perkuliahan.
Duduk paling depan.
Catatan paling lengkap.
Membaca semua buku referensi yang dianjurkan.
Mengerjakan tugas-tugas lebih dini.
Berlatih menjawab soal-soal ujian yang telah lalu.

Kekayaan, kesuksesan, harta berlimpah, karir yang melesat, kepopuleran, adalah ujian Allah yang paling dikhawatirkan Rasulullah gagal dilalui umatnya.

Semoga kita terhindar dari kegagalan, jika sedang diuji Allah dengan kelapangan. Semoga kita justru makin rajin ibadah, makin banyak bersyukur dan memuji kebesaran nama-Nya. Amien.

Friday, August 22, 2008

Mengaku Zalim

Dan ingatlah kisah Zun Nun atau Yunus, ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya.

Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, di dalam perut ikan, di dalam laut, pada malam hari,
"Laa ilaaha illaa anta. Subhaanaka. Innii kuntu minadzdzaalimiin."
Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.

Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

=================

Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Lalu Allah menyelamatkan orang yang mengaku zalim ini, dan menyebutnya sebagai orang yang beriman.

Orang yang sungguh beriman, tidak akan pernah mengaku sebagai orang yang beriman, tapi pasrah dan senantiasa memohon kepada Allah, dengan penuh harap dan cemas, supaya masuk golongan orang-orang yang beriman.
Orang yang sungguh beriman, akan jatuh tersungkur, bersimpuh di hadapannya, mengaku sepenuh hati, bahwa dia adalah orang yang zalim, dan memohon ampunan-Nya.

Pengakuan apakah yang akan kita buat di hadapan-Nya?

=================

Sumber: Quran Suci, Surat Al-Anbiya' 21:87

Plong

Sholat pun selesai ditunaikan. Alhamdulillah. Kita merasa plong. Sudah menuntaskan sebuah kewajiban.
Kelihatannya tidak ada yang salah, namun masih teringat nasihat ustadz Afifuddin: sebaiknya "plong" itu bukan sesudah mengerjakan sholat, tapi ketika akan memulai sholat - sholat yang tepat waktu.

Plong, karena kita berhasil meninggalkan segala hal yang berbau duniawi dan memenuhi panggilan-Nya.
Kita berhasil menggerakkan tangan, kaki, anggota tubuh kita untuk bersuci, mengambil air wudhu.
Kita berhasil melangkahkan kaki menuju tempat kita akan bersujud, bersimpuh di hadapannya, menuju arah Ka'bah, qiblat pemersatu umat.

Saat ini, "plong" jenis manakah yang kita miliki?

Hanya kita sendiri, dan Allah jua lah, yang bisa mengukur kadar iman kita.

Friday, August 15, 2008

Apabila, Bila dan Ketika

Apabila anak kita nakal, sulit diberitahu ...
tetaplah berusaha dengan sabar, karena itulah ladang amal kita.

Apabila kita telah berbaik hati, namun dituduh mencari muka ...
tetaplah berbuat baik, karena Allah swt lah yang akan membalasnya.

Apabila kita aktif menjadi donatur darah, namun di saat kita membutuhkan, kita dipersulit ...
tetaplah kita menyumbangkan darah, karena masih banyak nyawa yang perlu diselamatkan.

Ketika kita dalam kesulitan dan berusaha minta tolong, namun orang tidak memperdulikannya ...
maafkanlah dia, dan tetaplah berusaha dan berdoa, karena hanya Allah swt lah yang dapat membukakan hatinya.

Bila kita menegakkan hukum Allah, dan orang menganggap kita egois ...
tetaplah teguh dan bersabar karena Allah swt lah yang akan melindungi kita.

Bila kita baik hati, dan orang menuduh kita ada maunya ...
Tetaplah berbuat baik karena Allah swt lah yang akan membalasnya.

Bila kita sukses, dan kita menemui teman-teman yang tidak bersahabat ...
tetaplah teruskan kesuksesan kita.

Bila kita jujur dan tulus, dan orang menipu kita ...
tetaplah jujur dan tulus, karena Allah swt lah yang membalasnya.

Bila kita menunjukkan jalan kebenaran, dan orang mencemooh kita ...
tetaplah kita mengingatkannya, karena Allah sedang menguji kita.

Ketika kita membantu orang yang kesulitan, dan orang mengatakan riya,
tetaplah membantu, sebab hanya karena Allah swt lah kita menolongnya.

Bila kita menolong orang, namun ketika kita membutuhkan pertolongan orang tidak perduli kepada kita ...
tetaplah suka menolong, karena Allah memiliki catatan tentang apa yang kita dan orang yang tak perduli itu lakukan.

Apabila kita telah bekerja keras, namun dinilai rendah oleh atasan kita ...
tetaplah bekerja keras, karena Allah swt akan menilai sesuai dengan niat dan bonus atas kesabaran kita.

Bila hasil kerja kita diakui sebagai hasil karya orang lain ….
tetaplah berkarya karena masih banyak orang yang membutuhkan karya-karya kita.

Bila hasil karya kita selama bertahun-tahun dihancurkan orang dalam semalam ...
Janganlah berputus asa, karena pada hakekatnya kita telah mempunyai tabungan.

Bila kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan, dan ada yang iri ...
tetaplah mensyukuri kebahagiaan kita.

Bila kebaikan kita begitu mudah dilupakan orang ...
tetaplah terus berbuat kebaikan, agar semakin banyak tabungan kebaikan kita.

Ketika kita memberikan segala yang terbaik dari apa yang kita miliki dan orang tetap tidak puas juga ...
teruslah berjuang untuk memberikan yang terbaik.

Bila kita telah terus menerus berdoa, namun belum dikabulkan-Nya ...
tetaplah berdoa, karena di akherat kelak Allah swt akan mambayar semua doa-doa kita di dunia ... Subhanallah.

*****************

Apapun yang kita lakukan ...
akan ada orang-orang di belakang kita yang akan mengikutinya.
Maka tetaplah menanamkan bibit-bibit kebaikan.
Sebutir Mutiara walaupun di lubang jamban tetaplah menjadi mutiara.
Tentang hasilnya ...
entah esok entah lusa, entah untuk anak cucu kita, orang tua kita, saudara kita, sahabat2 kita, bawahan kita, atasan kita, atau mungkin untuk lingkungan kita, biarlah Allah swt yang mengatur-Nya.

Apapun yang kita lakukan, Allah swt pasti akan membalasnya.
Tidak ada pengorbanan yang sia-sia, teruslah menanamkan bibit-bibit kebaikan, agar istri, anak, saudara, teman, dan lingkungan kita mengikutinya.
Semoga semua hasilnya dapat kita jadikan bekal dalam menempuh perjalan panjang kita.

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
(Adz Dzaariyaat QS.51;55)

*****************

Kontribusi dari Yuli Artanto (artantoyuli@yahoo.com.au), dari Marita Widyaningrum (marita.widyaningrum@bankmandiri.co.id), dari Slamet Purwanto

Wednesday, August 13, 2008

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

"Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-'aalamiin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan khotbahnya, "Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.")
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu."
(Aku – Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini – berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi, "Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".)

*****************

Tulisan di atas pernah dikirim oleh Nur Hidayati, (nury_99@yahoo.co.uk), ke milis tkdt (tkdt@yahoogroups.com) tanggal 10 Agustus 2008, 6:26 PM, berasal dari Mochamad Bugi (http://www.dakwatuna.com/author/bugi).