Sholat pun selesai ditunaikan. Alhamdulillah. Kita merasa plong. Sudah menuntaskan sebuah kewajiban.
Kelihatannya tidak ada yang salah, namun masih teringat nasihat ustadz Afifuddin: sebaiknya "plong" itu bukan sesudah mengerjakan sholat, tapi ketika akan memulai sholat - sholat yang tepat waktu.
Plong, karena kita berhasil meninggalkan segala hal yang berbau duniawi dan memenuhi panggilan-Nya.
Kita berhasil menggerakkan tangan, kaki, anggota tubuh kita untuk bersuci, mengambil air wudhu.
Kita berhasil melangkahkan kaki menuju tempat kita akan bersujud, bersimpuh di hadapannya, menuju arah Ka'bah, qiblat pemersatu umat.
Saat ini, "plong" jenis manakah yang kita miliki?
Hanya kita sendiri, dan Allah jua lah, yang bisa mengukur kadar iman kita.
Friday, August 22, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment