Friday, August 15, 2008

Apabila, Bila dan Ketika

Apabila anak kita nakal, sulit diberitahu ...
tetaplah berusaha dengan sabar, karena itulah ladang amal kita.

Apabila kita telah berbaik hati, namun dituduh mencari muka ...
tetaplah berbuat baik, karena Allah swt lah yang akan membalasnya.

Apabila kita aktif menjadi donatur darah, namun di saat kita membutuhkan, kita dipersulit ...
tetaplah kita menyumbangkan darah, karena masih banyak nyawa yang perlu diselamatkan.

Ketika kita dalam kesulitan dan berusaha minta tolong, namun orang tidak memperdulikannya ...
maafkanlah dia, dan tetaplah berusaha dan berdoa, karena hanya Allah swt lah yang dapat membukakan hatinya.

Bila kita menegakkan hukum Allah, dan orang menganggap kita egois ...
tetaplah teguh dan bersabar karena Allah swt lah yang akan melindungi kita.

Bila kita baik hati, dan orang menuduh kita ada maunya ...
Tetaplah berbuat baik karena Allah swt lah yang akan membalasnya.

Bila kita sukses, dan kita menemui teman-teman yang tidak bersahabat ...
tetaplah teruskan kesuksesan kita.

Bila kita jujur dan tulus, dan orang menipu kita ...
tetaplah jujur dan tulus, karena Allah swt lah yang membalasnya.

Bila kita menunjukkan jalan kebenaran, dan orang mencemooh kita ...
tetaplah kita mengingatkannya, karena Allah sedang menguji kita.

Ketika kita membantu orang yang kesulitan, dan orang mengatakan riya,
tetaplah membantu, sebab hanya karena Allah swt lah kita menolongnya.

Bila kita menolong orang, namun ketika kita membutuhkan pertolongan orang tidak perduli kepada kita ...
tetaplah suka menolong, karena Allah memiliki catatan tentang apa yang kita dan orang yang tak perduli itu lakukan.

Apabila kita telah bekerja keras, namun dinilai rendah oleh atasan kita ...
tetaplah bekerja keras, karena Allah swt akan menilai sesuai dengan niat dan bonus atas kesabaran kita.

Bila hasil kerja kita diakui sebagai hasil karya orang lain ….
tetaplah berkarya karena masih banyak orang yang membutuhkan karya-karya kita.

Bila hasil karya kita selama bertahun-tahun dihancurkan orang dalam semalam ...
Janganlah berputus asa, karena pada hakekatnya kita telah mempunyai tabungan.

Bila kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan, dan ada yang iri ...
tetaplah mensyukuri kebahagiaan kita.

Bila kebaikan kita begitu mudah dilupakan orang ...
tetaplah terus berbuat kebaikan, agar semakin banyak tabungan kebaikan kita.

Ketika kita memberikan segala yang terbaik dari apa yang kita miliki dan orang tetap tidak puas juga ...
teruslah berjuang untuk memberikan yang terbaik.

Bila kita telah terus menerus berdoa, namun belum dikabulkan-Nya ...
tetaplah berdoa, karena di akherat kelak Allah swt akan mambayar semua doa-doa kita di dunia ... Subhanallah.

*****************

Apapun yang kita lakukan ...
akan ada orang-orang di belakang kita yang akan mengikutinya.
Maka tetaplah menanamkan bibit-bibit kebaikan.
Sebutir Mutiara walaupun di lubang jamban tetaplah menjadi mutiara.
Tentang hasilnya ...
entah esok entah lusa, entah untuk anak cucu kita, orang tua kita, saudara kita, sahabat2 kita, bawahan kita, atasan kita, atau mungkin untuk lingkungan kita, biarlah Allah swt yang mengatur-Nya.

Apapun yang kita lakukan, Allah swt pasti akan membalasnya.
Tidak ada pengorbanan yang sia-sia, teruslah menanamkan bibit-bibit kebaikan, agar istri, anak, saudara, teman, dan lingkungan kita mengikutinya.
Semoga semua hasilnya dapat kita jadikan bekal dalam menempuh perjalan panjang kita.

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
(Adz Dzaariyaat QS.51;55)

*****************

Kontribusi dari Yuli Artanto (artantoyuli@yahoo.com.au), dari Marita Widyaningrum (marita.widyaningrum@bankmandiri.co.id), dari Slamet Purwanto

No comments: