Hari ini memang tidak biasa, setidaknya karena beberapa hal:
1. Vietnam gak libur
Semua orang tahu hari ini tanggal 25 Desember.
Tapi aku tidak sedang di Indonesia, aku sedang di Ho Chi Minh City.
Di sini 25 Desember bukan "tanggal merah", tapi "tanggal hitam".
Tidak ada libur, kecuali buat mereka yang ambil cuti.
Jadi ... yaaa ... aku ngantor hari ini ...
Setengah hari? Nggak!!! Full bro!!! Sekarang ini malah udah mendekati setengah enam sore.
Agak aneh karena menyambut natal, Ho Chi Minh City amat semarak.
Taman-taman hijau berubah warna jadi putih karena salju buatan.
Gedung-gedung, perkantoran, tempat hiburan juga begitu.
Patung Santa Claus muncul di mana-mana.
Kalo malam, beberapa jalanan macet total.
Motor gak bisa gerak, apalagi mobil.
Kenapa? Karena, jalanan kota berubah jadi sarana rekreasi: trotoar, marka jalan dihias cantik dengan berbagai simbol natal plus kerlap-kerlip lampunya yang berwarna-warni. Rasanya di Jakarta atau di Bogor, apalagi di Gunung Putri, tidak sesemarak di sini.
Jadi aneh, karena mereka heboh menyambut natal, tapi tidak libur, kontras ama situasi di Indonesia yang justru libur.
2. Nadya ke sekolah diantar orang serumah
Biasanya Nadya diantar mbak Mi. Atau mba Enok. Atau mamanya. Tapi karena hari ini memang tidak biasa, Nadya diantar orang serumah, termasuk adiknya, Affan.
3. Affan ikutan sekolah
Karena Affan nganter kakaknya, dia jadi bisa lihat suasana sekolah. Dengerin "kakak-kakaknya" latihan drum brand yang suaranya bikin Affan ketakutan dan bersembunyi dalam lindungan mbak Mi.
Yang bikin tambah tidak biasa adalah kenyataan bahwa Affan lah yang ngotot pengin sekolah, tapi ketakutan sendiri begitu berada di sekolah ...
Thursday, December 25, 2008
Thursday, December 11, 2008
Beberapa Definisi
Senyuman Termanis
Orang yang mempunyai senyuman yang paling manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "inna lillaahi wa innaa illayhi raaji’uun." Sambil mengukir senyuman, ia menambahkan, "Ya Rabb, Aku ridho dengan ketentuanMu ini."
Orang Kaya
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa untuk menyadari bahwa kenikmatan di dunia ini sifatnya amatlah sementara.
Orang Miskin
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada dan selalu menumpuk-numpuk harta.
Orang yang Rugi
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.
Yang Tercantik
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Pemilik Rumah Terluas
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya diperluas sejauh mata memandang.
Pemilik Rumah Tersempit
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling sempit lagi dihimpit? Dia adalah orang yang mati tanpa membawa amal-amal kebaikan sehingga kuburnya menghimpitnya.
Orang Berakal
Orang yang mempunyai akal adalah orang yang menghuni surga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu hidup di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Mata Terindah
Mata yang paling indah adalah mata hati yang terus menjalin komunikasi tanpa kabel dengan Pemilik dan Penguasa Alam Semesta, mata hati yang bisa menerawang jauh ke hari di mana mulut akan terkunci, tangan dan kaki bicara; menjadi saksi atas apa yang dilakukan dan ke mana saja melangkahnya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkati kita semua ... Aamien.
Wassalam.
Orang yang mempunyai senyuman yang paling manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "inna lillaahi wa innaa illayhi raaji’uun." Sambil mengukir senyuman, ia menambahkan, "Ya Rabb, Aku ridho dengan ketentuanMu ini."
Orang Kaya
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa untuk menyadari bahwa kenikmatan di dunia ini sifatnya amatlah sementara.
Orang Miskin
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada dan selalu menumpuk-numpuk harta.
Orang yang Rugi
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.
Yang Tercantik
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Pemilik Rumah Terluas
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya diperluas sejauh mata memandang.
Pemilik Rumah Tersempit
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling sempit lagi dihimpit? Dia adalah orang yang mati tanpa membawa amal-amal kebaikan sehingga kuburnya menghimpitnya.
Orang Berakal
Orang yang mempunyai akal adalah orang yang menghuni surga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu hidup di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Mata Terindah
Mata yang paling indah adalah mata hati yang terus menjalin komunikasi tanpa kabel dengan Pemilik dan Penguasa Alam Semesta, mata hati yang bisa menerawang jauh ke hari di mana mulut akan terkunci, tangan dan kaki bicara; menjadi saksi atas apa yang dilakukan dan ke mana saja melangkahnya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkati kita semua ... Aamien.
Wassalam.
Friday, November 21, 2008
Obat Jiwa
Alkisah ada dua orang yang sangat berbeda.
Yang satu orang yang baik dan dermawan.
Yang satunya lagi hanya memikirkan keuntungan.
Suatu hari keduanya membaca tulisan Andi F. Noya.
Andi berkisah tentang salah satu "hobi"-nya untuk membuat kejutan dengan membayar tol buat mobil yang ada di belakangnya.
Si baik hati terinspirasi dan meniru hobi Andi.
Si pencari keuntungan tidak memperoleh manfaat dari tulisan Andi, kecuali dia selalu berharap mobilnya berada di belakang mobil Andi.
Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia.
Obat buat jiwa dan rahmat bagi orang yang beriman.
Tapi buat orang zalim, hanya kerugian yang mereka dapat.
QS 17:82
Yang satu orang yang baik dan dermawan.
Yang satunya lagi hanya memikirkan keuntungan.
Suatu hari keduanya membaca tulisan Andi F. Noya.
Andi berkisah tentang salah satu "hobi"-nya untuk membuat kejutan dengan membayar tol buat mobil yang ada di belakangnya.
Si baik hati terinspirasi dan meniru hobi Andi.
Si pencari keuntungan tidak memperoleh manfaat dari tulisan Andi, kecuali dia selalu berharap mobilnya berada di belakang mobil Andi.
Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia.
Obat buat jiwa dan rahmat bagi orang yang beriman.
Tapi buat orang zalim, hanya kerugian yang mereka dapat.
QS 17:82
Thursday, November 6, 2008
Istighfar yang Tak Biasa
Barusan aku dapat kabar melalui sms dari Nina, istriku, bahwa mba Enok will be back.
Mba Enok adalah baby sitter pertama kami.
Saat itu Nadya baru saja lahir beberapa bulan.
Cukup lama bersama kami, mungkin dua tahunan, tapi akhirnya mba Enok meninggalkan kami. Ingin bekerja di perusahaan, katanya.
Beberapa kali kami berganti-ganti baby sitter setelah itu.
Sampai dengan hari-hari belakangan ini, ketika mba Lisa, salah satu baby sitter kami yang sekarang, menyatakan ingin resign bulan ini.
Bukan masalah yang terlalu berat, tapi juga bukan hal yang sepele dan bisa diremehkan.
Dan tak disangka, mba Enok, yang sebenarnya sudah bekerja di perusahaan konveksi, tapi gak betah itu, ingin kembali bersama keluarga kami.
Alhamdulillaah.
Di sisi lain, ini cukup membuat aku malu di hadapan Allah.
Karena aku belum sempat memohon pada-Nya.
Belum sempat berdoa minta pertolongan-Nya dalam urusan kekosongan baby sitter ini.
Tapi Allah begitu baik, sayang dan memberikan jawaban bahkan ketika aku lupa bertanya.
Astaghfirullaah.
Maafkan aku yaa Allah.
Mestinya aku minta dahulu kepada-Mu, supaya dapat pengganti baby-sitter, baru Engkau boleh mengabulkan atau tidak, karena di sisi-Mu lah segala keputusan.
Tapi Engkau Maha Mengetahui Segala Sesuatu.
Sedangkan aku adalah manusia yang lupa, tidak sopan, dan tidak tahu diri.
Alhamdulillah, telah Engkau bantu keluargaku mendapatkan pengganti baby sitter.
Astaghfirullah, maafkan aku yang lupa memohon bantuan-Mu.
Laa ilaaha illaa anta.
Subhaanaka innii kuntu minadl-dlaalimiin.
Mba Enok adalah baby sitter pertama kami.
Saat itu Nadya baru saja lahir beberapa bulan.
Cukup lama bersama kami, mungkin dua tahunan, tapi akhirnya mba Enok meninggalkan kami. Ingin bekerja di perusahaan, katanya.
Beberapa kali kami berganti-ganti baby sitter setelah itu.
Sampai dengan hari-hari belakangan ini, ketika mba Lisa, salah satu baby sitter kami yang sekarang, menyatakan ingin resign bulan ini.
Bukan masalah yang terlalu berat, tapi juga bukan hal yang sepele dan bisa diremehkan.
Dan tak disangka, mba Enok, yang sebenarnya sudah bekerja di perusahaan konveksi, tapi gak betah itu, ingin kembali bersama keluarga kami.
Alhamdulillaah.
Di sisi lain, ini cukup membuat aku malu di hadapan Allah.
Karena aku belum sempat memohon pada-Nya.
Belum sempat berdoa minta pertolongan-Nya dalam urusan kekosongan baby sitter ini.
Tapi Allah begitu baik, sayang dan memberikan jawaban bahkan ketika aku lupa bertanya.
Astaghfirullaah.
Maafkan aku yaa Allah.
Mestinya aku minta dahulu kepada-Mu, supaya dapat pengganti baby-sitter, baru Engkau boleh mengabulkan atau tidak, karena di sisi-Mu lah segala keputusan.
Tapi Engkau Maha Mengetahui Segala Sesuatu.
Sedangkan aku adalah manusia yang lupa, tidak sopan, dan tidak tahu diri.
Alhamdulillah, telah Engkau bantu keluargaku mendapatkan pengganti baby sitter.
Astaghfirullah, maafkan aku yang lupa memohon bantuan-Mu.
Laa ilaaha illaa anta.
Subhaanaka innii kuntu minadl-dlaalimiin.
Saturday, November 1, 2008
Pembalasan Lebih Kejam (Ngawur!!!)
Perlu ta'awudz yang banyak bagi siapa saja yang biasa ceplas-ceplos.
Biasa mangap dulu dan mikir belakangan.
Yang lebih indah, tentu, yang biasa ta'awudz dan tutur-katanya terukur.
Mikir dulu, mangap belakangan.
Salah satu ungkapan yang sering terdengar adalah 'pembalasan lebih kejam'.
Jadi kalo saya disakiti oleh si Fulan, maka saya harus balas menyakiti Fulan dua, tiga atau sepuluh kali lebih kejam ... ngawur!!!
Baca ta'awudz, tahlil dan isti'adzah buat ngusir setan.
Dia (setan) memang musuh yang nyata dan bisa masuk merasuki pikiran manusia dengan gampangnya.
Harusnya, saya menyakiti si Fulan, sama, sebanding dengan si Fulan menyakiti saya, tidak boleh lebih.
Tapi, memaafkan adalah jauh lebih baik.
Jika saya sabar, insya Allah ada panen besar yang dipetik di akhirat bi-idznillaah.
QS 16:126
Biasa mangap dulu dan mikir belakangan.
Yang lebih indah, tentu, yang biasa ta'awudz dan tutur-katanya terukur.
Mikir dulu, mangap belakangan.
Salah satu ungkapan yang sering terdengar adalah 'pembalasan lebih kejam'.
Jadi kalo saya disakiti oleh si Fulan, maka saya harus balas menyakiti Fulan dua, tiga atau sepuluh kali lebih kejam ... ngawur!!!
Baca ta'awudz, tahlil dan isti'adzah buat ngusir setan.
Dia (setan) memang musuh yang nyata dan bisa masuk merasuki pikiran manusia dengan gampangnya.
Harusnya, saya menyakiti si Fulan, sama, sebanding dengan si Fulan menyakiti saya, tidak boleh lebih.
Tapi, memaafkan adalah jauh lebih baik.
Jika saya sabar, insya Allah ada panen besar yang dipetik di akhirat bi-idznillaah.
QS 16:126
Wednesday, October 22, 2008
Raja yang Agung dan Seseorang yang Berpakaian Compang-Camping
Diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbih. Dia adalah seorang pendeta Yahudi yang kemudian masuk Islam.
Diceritakan bahwa pada suatu hari seorang raja yang agung ingin berkuda ke seluruh pelosok kerajaannya agar masyarakat melihat kehebatan dan keindahannya. Raja itu memerintahkan para pejabat, pengawal dan pembesar kerajaan untuk menyiapkan tunggangan agar masyarakat melihat kekuasaannya. Dia juga menyuruh mereka untuk menyediakan pakaian kebesarannya. Dia memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan kuda pilihan yang kuat. Dia memilih kuda yang tercepat larinya, yang diberi nama as-Sabak. Dia memacu kuda itu di depan pasukan. Dia merasa bangga dengan kehebatan dan kekuasaannya.
Datanglah Iblis. Iblis meletakkan mulutnya pada telinganya dan meniupkan perasaan sombong pada raja itu. Maka berkatalah raja itu, "Siapa yang dapat menyamaiku didunia ini?" Dia memacu kudanya dengan sombong dan merasa bangga dengan kudanya itu. Dia tidak melihat kepada seorangpun karena perasaan hebat dan sombongnya, serta perasaan ujub dan bangganya.
Tiba-tiba dihadapannya berdiri seorang laki-laki yang berpakaian compang camping. Orang itu memberi salam kepada sang raja, tetapi raja itu tidak membalas salamnya. Orang itu kemudian memegang tali kekang kuda sang raja. Kemudian raja itu berkata: "Lepaskan tanganmu dari tali kekang kuda ini. Engkau tidak tahu tali kekang kuda siapa yang engkau pegang!" Orang itu berkata, "Aku mempunyai keperluan denganmu". Raja berkata, "Sabarlah, tunggu aku turun". Orang itu berkata, "Keperluanku adalah saat ini juga, bukan saat engkau turun dari kudamu". Raja berkata, "Katakan, apa keperluannya!" Orang itu berkata, "Ini rahasia. Aku tidak akan mengatakannya kecuali ke telingamu". Raja menyodorkan telinganya kepada orang itu. Orang itu berkata, "Aku Malaikat Maut. Aku hendak mencabut nyawamu". Raja berkata, "Tangguhkanlah sampai aku pulang ke rumahku, berpamitan kepada anak istriku". Orang itu berkata, "Tidak, engkau tidak akan melihat mereka lagi untuk selamanya karena jatah umurmu sudah habis". Maka, Malaikat Maut pun mengambil nyawanya. Pada waktu itu sang raja sedang duduk diatas kuda kebanggaannya".
Malaikat Maut pergi dari sana, kemudian mendatangi seorang laki-laki soleh yang diridhai Allah. Malaikat mengucapkan salam. Laki-laki itu membalas salamnya. Malaikat berkata, "Aku mempunyai keperluan denganmu dan ini rahasia. "Laki-laki salih itu berkata, "Katakanlah keperluanmu di telingaku". Malaikat berkata, "Aku adalah Malaikat Maut". Laki-laki itu berkata, "Selamat datang, segala puji bagi Allah atas kedatanganmu karena sesungguhnya aku banyak mendekatkan diri untuk menyambut kedatanganmu. Aku merasa terlalu lama menunggumu. Aku sangat merindukan kedatanganmu". Malaikat berkata, "Jika engkau mempunyai urusan selesaikanlah dahulu". Laki-laki itu berkata, "Tidak ada urusan yang lebih penting daripada saat bertemu dengan Rabbku Azza wa Jalla". Malaikat berkata, "Cara seperti apa yang engkau sukai ketika aku mencabut nyawamu? Aku diperintahkan mencabut nyawamu dengan cara yang engkau pilih dan engkau inginkan". Laki-laki itu berkata, "Ijinkanlah aku mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Ketika aku sujud, cabutlah nyawaku. Maka, Malaikat Maut melakukan permintaan orang itu dan mengirimnya kepada rahmat Allah 'Azza wa Jalla.
Sumber: buku "ETIKA BERKUASA: Nasihat-nasihat Imam Al-Ghazali - Karya Imam Al-Ghazali."
Diceritakan bahwa pada suatu hari seorang raja yang agung ingin berkuda ke seluruh pelosok kerajaannya agar masyarakat melihat kehebatan dan keindahannya. Raja itu memerintahkan para pejabat, pengawal dan pembesar kerajaan untuk menyiapkan tunggangan agar masyarakat melihat kekuasaannya. Dia juga menyuruh mereka untuk menyediakan pakaian kebesarannya. Dia memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan kuda pilihan yang kuat. Dia memilih kuda yang tercepat larinya, yang diberi nama as-Sabak. Dia memacu kuda itu di depan pasukan. Dia merasa bangga dengan kehebatan dan kekuasaannya.
Datanglah Iblis. Iblis meletakkan mulutnya pada telinganya dan meniupkan perasaan sombong pada raja itu. Maka berkatalah raja itu, "Siapa yang dapat menyamaiku didunia ini?" Dia memacu kudanya dengan sombong dan merasa bangga dengan kudanya itu. Dia tidak melihat kepada seorangpun karena perasaan hebat dan sombongnya, serta perasaan ujub dan bangganya.
Tiba-tiba dihadapannya berdiri seorang laki-laki yang berpakaian compang camping. Orang itu memberi salam kepada sang raja, tetapi raja itu tidak membalas salamnya. Orang itu kemudian memegang tali kekang kuda sang raja. Kemudian raja itu berkata: "Lepaskan tanganmu dari tali kekang kuda ini. Engkau tidak tahu tali kekang kuda siapa yang engkau pegang!" Orang itu berkata, "Aku mempunyai keperluan denganmu". Raja berkata, "Sabarlah, tunggu aku turun". Orang itu berkata, "Keperluanku adalah saat ini juga, bukan saat engkau turun dari kudamu". Raja berkata, "Katakan, apa keperluannya!" Orang itu berkata, "Ini rahasia. Aku tidak akan mengatakannya kecuali ke telingamu". Raja menyodorkan telinganya kepada orang itu. Orang itu berkata, "Aku Malaikat Maut. Aku hendak mencabut nyawamu". Raja berkata, "Tangguhkanlah sampai aku pulang ke rumahku, berpamitan kepada anak istriku". Orang itu berkata, "Tidak, engkau tidak akan melihat mereka lagi untuk selamanya karena jatah umurmu sudah habis". Maka, Malaikat Maut pun mengambil nyawanya. Pada waktu itu sang raja sedang duduk diatas kuda kebanggaannya".
Malaikat Maut pergi dari sana, kemudian mendatangi seorang laki-laki soleh yang diridhai Allah. Malaikat mengucapkan salam. Laki-laki itu membalas salamnya. Malaikat berkata, "Aku mempunyai keperluan denganmu dan ini rahasia. "Laki-laki salih itu berkata, "Katakanlah keperluanmu di telingaku". Malaikat berkata, "Aku adalah Malaikat Maut". Laki-laki itu berkata, "Selamat datang, segala puji bagi Allah atas kedatanganmu karena sesungguhnya aku banyak mendekatkan diri untuk menyambut kedatanganmu. Aku merasa terlalu lama menunggumu. Aku sangat merindukan kedatanganmu". Malaikat berkata, "Jika engkau mempunyai urusan selesaikanlah dahulu". Laki-laki itu berkata, "Tidak ada urusan yang lebih penting daripada saat bertemu dengan Rabbku Azza wa Jalla". Malaikat berkata, "Cara seperti apa yang engkau sukai ketika aku mencabut nyawamu? Aku diperintahkan mencabut nyawamu dengan cara yang engkau pilih dan engkau inginkan". Laki-laki itu berkata, "Ijinkanlah aku mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Ketika aku sujud, cabutlah nyawaku. Maka, Malaikat Maut melakukan permintaan orang itu dan mengirimnya kepada rahmat Allah 'Azza wa Jalla.
Sumber: buku "ETIKA BERKUASA: Nasihat-nasihat Imam Al-Ghazali - Karya Imam Al-Ghazali."
Tukijo
Tiba-tiba ingat Tukijo.
Dia adalah salah satu teman mainku, juga tetanggaku, waktu kecil dulu.
Di sebuah desa yang bernama Rowosari.
Kadang ada yang bergurau memanggilnya Tukijov.
Biar kedengaran seperti orang Rusia dan lebih keren.
Suatu hari kami ngumpul bersama-sama teman yang lain.
Dan entah kenapa, tiba-tiba muncul topik tentang konversi.
Bahwa 1 km itu adalah 1,000 meter.
Tapi Tukijo tidak setuju.
Lupa persisnya pendapatnya, apakah 1 km = 500 m, atau 600 m, atau yang lain, tapi yang jelas bukan 1,000 meter.
Rasanya ingin mengajaknya mubahalah ... hehehe ... tapi tentu saja itu tidak aku lakukan, baik saat itu maupun sekarang (karena ini masalah yang ringan dan topiknya kurang pas untuk sampai ke level mubahalah).
Dia adalah salah satu teman mainku, juga tetanggaku, waktu kecil dulu.
Di sebuah desa yang bernama Rowosari.
Kadang ada yang bergurau memanggilnya Tukijov.
Biar kedengaran seperti orang Rusia dan lebih keren.
Suatu hari kami ngumpul bersama-sama teman yang lain.
Dan entah kenapa, tiba-tiba muncul topik tentang konversi.
Bahwa 1 km itu adalah 1,000 meter.
Tapi Tukijo tidak setuju.
Lupa persisnya pendapatnya, apakah 1 km = 500 m, atau 600 m, atau yang lain, tapi yang jelas bukan 1,000 meter.
Rasanya ingin mengajaknya mubahalah ... hehehe ... tapi tentu saja itu tidak aku lakukan, baik saat itu maupun sekarang (karena ini masalah yang ringan dan topiknya kurang pas untuk sampai ke level mubahalah).
Tuesday, October 21, 2008
Ultah Ke-2 Affan
Met ultah ya Affan.
Semoga kelak engkau menjadi pengabdi bangsa, agama dan keluarga.
Sukses berkarya tapi tetap bersahaja.
Bakti pada orang tua, hormat pada kak Nadya dan pada sesama.
Dan yang jauh lebih penting, mengenal-Nya, ingat akan perjumpaan dengan-Nya kelak, beribadah dengan penuh keikhlasan dan istiqomah.
Semoga Allah memasukkanmu dalam golongan hamba-Nya yang beriman dan ash-haabul yamiin insya Allah.
Cium jauh dari ayahmu ...Olahraga Spektakuler
Tadi malam telah berlangsung untuk pertama kalinya, olahraga paling spektakuler di PIE C/15B Gunung Putri.
Setidaknya itulah yang dilaporkan Uti tadi pagi.
Affan, bocah yang tadi malam belum genap 2 tahun (kurang 1 hari sih) telah menjadi atlit cilik yang penuh semangat.
Di kasur, dia main bola ... ini jarang-jarang karena biasanya main bolanya di ruang tamu, meski tidak di lapangan bola.
Saking girangnya bermain dengan bola pemberian tantenya, Affan bertahan sampai hampir jam 11 malam.
Thanks berat buat tante Mike yang telah memilih hadiah yang sangat digemari Affan ... alhamdulillaah.
Setidaknya itulah yang dilaporkan Uti tadi pagi.
Affan, bocah yang tadi malam belum genap 2 tahun (kurang 1 hari sih) telah menjadi atlit cilik yang penuh semangat.
Di kasur, dia main bola ... ini jarang-jarang karena biasanya main bolanya di ruang tamu, meski tidak di lapangan bola.
Saking girangnya bermain dengan bola pemberian tantenya, Affan bertahan sampai hampir jam 11 malam.
Thanks berat buat tante Mike yang telah memilih hadiah yang sangat digemari Affan ... alhamdulillaah.
Monday, October 20, 2008
Metode Pembuktian Kebenaran
Nabi dibantah oleh utusan Nasrani Najran.
Tapi Nabi cool.
Nabi tidak membalas bantahan dengan bantahan.
Tapi meresponnya dengan sebuah ajakan.
Nabi mengajaknya memanggil seluruh anak, istri, termasuk Nabi dan utusan itu sendiri, untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, supaya Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta.
Mereka tidak berani melakukannya dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw.
QS 3:61
Tapi Nabi cool.
Nabi tidak membalas bantahan dengan bantahan.
Tapi meresponnya dengan sebuah ajakan.
Nabi mengajaknya memanggil seluruh anak, istri, termasuk Nabi dan utusan itu sendiri, untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, supaya Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta.
Mereka tidak berani melakukannya dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw.
QS 3:61
Tipu Daya
Tipu daya mengandung konotasi kejahatan.
Sedangkan pembalasan tipu daya bisa berkonotasi menghindari suatu tindak kejahatan atau menghukum pelaku kejahatan dengan hukuman setimpal.
Don't worry, semua jenis tipu daya pasti akan dibalas.
Serahkan saja kepada Allah, Raja-nya pembalas tipu daya.
(walloohu khoyrul maakiriin)
QS 3:54
Sedangkan pembalasan tipu daya bisa berkonotasi menghindari suatu tindak kejahatan atau menghukum pelaku kejahatan dengan hukuman setimpal.
Don't worry, semua jenis tipu daya pasti akan dibalas.
Serahkan saja kepada Allah, Raja-nya pembalas tipu daya.
(walloohu khoyrul maakiriin)
QS 3:54
Jangan Ragu
Tidak perlu banyak teori untuk melawan keraguan.
Cukup karena takut sama Allah: jangan ragu karena itu dilarang Allah.
QS 3:160
Cukup karena takut sama Allah: jangan ragu karena itu dilarang Allah.
QS 3:160
Musuh Terbesar
Terutama di lapangan tenis, harus kuingat selalu bahwa musuh terbesarku bukanlah orang yang berada di seberang net, tapi diriku sendiri.
Dan musuh paling bebuyutan adalah keasyikan bermain dengan dalih olahraga sampai lupa waktu sholat.
Benar-benar jangan sampai kalah dengan musuh yang satu ini.
Dan musuh paling bebuyutan adalah keasyikan bermain dengan dalih olahraga sampai lupa waktu sholat.
Benar-benar jangan sampai kalah dengan musuh yang satu ini.
Preferensi Nadya
Hari Ahad kemaren Nadya lapor di telpon, "Papa, besok Nadya mau sekolah ..."
Agak terdengar mengherankan karena hari Sabtunya Nadya ke Bandung dan itu adalah pengalaman pertamanya ke Bandung.
Lebih bisa dimengerti kalo Nadya melaporkan pengalamannya di Bandung.
Tapi kenapa aku jadi lupa bersyukur begini?
Bukankah preferensi Nadya untuk bersekolah dibandingkan pergi ke Bandung itu lebih baik?
Alhamdulillaah.
Anugerahkan sedikit ilmu-Mu untuk putriku ya Allah, agar kelak bisa menjadi wanita mu'minat sholihah yang senantiasa memuji kebesaran nama-Mu.
Agak terdengar mengherankan karena hari Sabtunya Nadya ke Bandung dan itu adalah pengalaman pertamanya ke Bandung.
Lebih bisa dimengerti kalo Nadya melaporkan pengalamannya di Bandung.
Tapi kenapa aku jadi lupa bersyukur begini?
Bukankah preferensi Nadya untuk bersekolah dibandingkan pergi ke Bandung itu lebih baik?
Alhamdulillaah.
Anugerahkan sedikit ilmu-Mu untuk putriku ya Allah, agar kelak bisa menjadi wanita mu'minat sholihah yang senantiasa memuji kebesaran nama-Mu.
Status Nabi Isa
Nabi Isa itu sebenarnya sudah meninggal atau belum?
Tidak usah bingung.
Dan tidak perlu jadi gak sabaran gitu.
Allah akan menjelaskan semuanya.
QS 3:55
Tidak usah bingung.
Dan tidak perlu jadi gak sabaran gitu.
Allah akan menjelaskan semuanya.
QS 3:55
Tidak Usah Heran
Nabi Isa kok bisa lahir tanpa ayah?
Akal manusia terbatas.
Tidak menemukan solusi komprehensif untuk menerangkannya.
Padahal itu biasa-biasa saja buat Allah.
Nabi Isa adalah semisal Nabi Adam.
Allah hanya perlu memfirmankan satu kata "Kun" maka apapun yang Allah kehendaki akan jadi.
QS 3:59
Akal manusia terbatas.
Tidak menemukan solusi komprehensif untuk menerangkannya.
Padahal itu biasa-biasa saja buat Allah.
Nabi Isa adalah semisal Nabi Adam.
Allah hanya perlu memfirmankan satu kata "Kun" maka apapun yang Allah kehendaki akan jadi.
QS 3:59
Thursday, October 16, 2008
I like you because ...
Hari ini aku diminta meng-energize tim HR.
Ada sekitar 40 orang termasuk dua direktur yang hadir.
Aku putuskan pake energizer yang simpel aja.
Masing-masing berpasangan.
Alhamdulilah pesertanya genap, jadi pas dua-dua.
Masing-masing aku minta cari satu kekuatan atau hal positif dari pasangannya.
Lalu kuminta mereka bilang ke pasangannya, "I like you because ..." tentu kalimat ini dilanjutkan dengan hal positif spesifik pasangan mereka.
Ada yang suka pasangannya karena suka membantu.
Ada yang suka pasangannya karena care berat dengan client.
Ada yang suka pasangannya karena piawai dalam meng-influence orang.
Dan ada satu yang bikin kepingkel-pingkel pas sesi sharing.
Pasangan yang satu ini memang sudah diduga akan bikin geger.
Tidak mengherankan karena De dan Nam memang terkenal senang berkelakar.
Waktu ditanya, De, apa yang bikin Nam suka sama kamu?
De bilang, sambil nahan tawa ... "he likes me ... he loves me ... because I'm less handsome than him ..." ... hahaha ...
Ada sekitar 40 orang termasuk dua direktur yang hadir.
Aku putuskan pake energizer yang simpel aja.
Masing-masing berpasangan.
Alhamdulilah pesertanya genap, jadi pas dua-dua.
Masing-masing aku minta cari satu kekuatan atau hal positif dari pasangannya.
Lalu kuminta mereka bilang ke pasangannya, "I like you because ..." tentu kalimat ini dilanjutkan dengan hal positif spesifik pasangan mereka.
Ada yang suka pasangannya karena suka membantu.
Ada yang suka pasangannya karena care berat dengan client.
Ada yang suka pasangannya karena piawai dalam meng-influence orang.
Dan ada satu yang bikin kepingkel-pingkel pas sesi sharing.
Pasangan yang satu ini memang sudah diduga akan bikin geger.
Tidak mengherankan karena De dan Nam memang terkenal senang berkelakar.
Waktu ditanya, De, apa yang bikin Nam suka sama kamu?
De bilang, sambil nahan tawa ... "he likes me ... he loves me ... because I'm less handsome than him ..." ... hahaha ...
Saturday, October 11, 2008
Tidak Dibiarkan Begitu Saja
Biasanya di tiap perusahaan ada program yang namanya Management Trainee.
Mereka dilatih, dididik, dipersiapkan, dan mereka kelak diproyeksikan untuk berada pada posisi manajerial.
Perusahaan biasanya menerapkan probation period, bisa 3 bulan, bisa 6 bulan atau lebih.
Tentu, tidak ada jaminan bahwa mereka pasti akan jadi manajer.
Bahkan, tidak ada jaminan bahwa mereka nantinya akan ditawari bergabung dengan perusahaan di akhir masa percobaan.
Mereka tidak akan dibiarkan begitu saja, tim khusus perusahaan dipersiapkan untuk melakukan penilaian terhadap mereka.
Secara umum, semua manusia juga begitu.
Manusia tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Allah.
Selalu ada cobaan, tantangan, penderitaan, kehilangan, duka, guncangan, kesakitan.
Semuanya penting untuk menguji keimanan hamba-Nya.
QS 2:214
Mereka dilatih, dididik, dipersiapkan, dan mereka kelak diproyeksikan untuk berada pada posisi manajerial.
Perusahaan biasanya menerapkan probation period, bisa 3 bulan, bisa 6 bulan atau lebih.
Tentu, tidak ada jaminan bahwa mereka pasti akan jadi manajer.
Bahkan, tidak ada jaminan bahwa mereka nantinya akan ditawari bergabung dengan perusahaan di akhir masa percobaan.
Mereka tidak akan dibiarkan begitu saja, tim khusus perusahaan dipersiapkan untuk melakukan penilaian terhadap mereka.
Secara umum, semua manusia juga begitu.
Manusia tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Allah.
Selalu ada cobaan, tantangan, penderitaan, kehilangan, duka, guncangan, kesakitan.
Semuanya penting untuk menguji keimanan hamba-Nya.
QS 2:214
Kuda
Affan lagi diajarin mamanya mengenal nama-nama binatang.
Tapi kayaknya mamanya harus sabar beneran.
Soalnya Affan hanya mau bilang kuda.
Kalo dikasih tahu tentang hewan selain kuda bahwa itu bukan kuda, Affan malah ngamuk, marah-marah.
Pokoknya kuda!
Yah, maklum ... belum genap 2 tahun ...
Tapi kayaknya mamanya harus sabar beneran.
Soalnya Affan hanya mau bilang kuda.
Kalo dikasih tahu tentang hewan selain kuda bahwa itu bukan kuda, Affan malah ngamuk, marah-marah.
Pokoknya kuda!
Yah, maklum ... belum genap 2 tahun ...
Friday, October 10, 2008
Rencana dan Realita
Pernah bikin rencana dan gak jalan? Bagus!
Satu-satunya yang bisa bikin rencana dan selalu jalan 100% hanyalah Allah.
Termasuk ketika Allah hendak menciptakan Nabi Isa.
Allah sudah punya rencana bahwa Nabi Isa akan bisa bicara dengan manusia walaupun masih dalam buaian.
Padahal ibunda Maryam sendiri waktu itu masih bertanya-tanya ... mana mungkin punya anak karena gak pernah disentuh seorang lelaki pun.
QS 3: 46-47
Satu-satunya yang bisa bikin rencana dan selalu jalan 100% hanyalah Allah.
Termasuk ketika Allah hendak menciptakan Nabi Isa.
Allah sudah punya rencana bahwa Nabi Isa akan bisa bicara dengan manusia walaupun masih dalam buaian.
Padahal ibunda Maryam sendiri waktu itu masih bertanya-tanya ... mana mungkin punya anak karena gak pernah disentuh seorang lelaki pun.
QS 3: 46-47
Saturday, September 27, 2008
Dan Wanita Itu pun Menjauh
Soal memilih nada dering hp, setiap orang punya selera sendiri-sendiri.
Ada yang milih lagu yang dia gemari, ada yang milih suara kocak tertentu.
Ada juga yang terlebih dulu merekam suara anaknya, atau suara tawa bayinya, lalu dijadikan nada dering.
Saya memilih "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"-nya Chrisye.
Dan itu tidak hanya untuk nada dering.
Nada sms, nada reminder, pake lagu ini juga.
Pagi ini, 06.20 saya sudah berada di bundaran taman di housing estate Hon Chong menunggu shuttle bus yang akan menjemput mereka yang ngantor hari ini.
Tepat 06.21 suara Chrisye mulai terdengar.
Baru saya teringat bahwa saya memang pasang reminder di 06.21 untuk segera keluar rumah dan menuju bundaran taman.
Ini karena kadang-kadang shuttle bus sudah meluncur meninggalkan housing estate jam 06.25.
Meski resminya seharusnya jam 06.30
Tapi pagi ini saya sudah di bundaran sebelum reminder berbunyi.
Saya tidak lagi memikirkan tentang reminder itu.
Pikiran saya justru terpusat pada suasana yang tak biasa.
Melihat taman, pepohonan di sekeliling, desir dan semilir angin.
Lalu karena reminder-nya bunyi, terdengarlah melalui earphone alunan Chrisye, yang membawakan Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Lagu, yang liriknya berasal dari Quran Suci, Surat Yasin ayat 65.
Akan datang hari ...
mulut dikunci ...
kata ... tak ada lagi ...
Akan tiba masa ...
tak ada suara ...
dari ... mulut kita ...
Berkata ...
Di depan taman dalam kesendirianku ...
Suasana hati dan alam yang menyatu ...
Suara khas Chrisye yang merdu ...
Membayangkan mulutku kelak yang terbelenggu ...
Aku meneteskan air mata ...
Tepat ketika terdengar suara langkah kaki di belakangku.
Ternyata Ms. Dieu, HR Supervisor untuk Hon Chong plant.
Saya coba kuatkan diri ini untuk mengucapkan selamat pagi kepadanya.
Tapi tidak sempat mengusap air mata.
Situasinya menjadi mudah bagiku karena dia melihat sebuah hp tergenggam di tanganku dan earphone nempel di telingaku.
Aku jelaskan kepadanya tentang lagu yang membuatku menangis.
Lagu tentang masa depan.
Tentang mulut yang tak bisa bicara.
Tentang tangan dan kaki yang akan bersahutan, menjadi saksi atas apa saja yang aku lakukan selama masih di dunia.
Ms. Dieu hanya mendengarkan sebentar.
Lalu dia pun menjauh.
Ini sesuatu yang tak biasa.
Kami biasanya ngobrol, seputar manpower.
Bahkan baru saja kemaren kami diskusi tentang employee performance.
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Yang kutahu, wanita punya perasaan yang lebih peka.
Mungkin dia juga meneteskan air mata di kejauhan sana.
Walloohu a'lam.
Ada yang milih lagu yang dia gemari, ada yang milih suara kocak tertentu.
Ada juga yang terlebih dulu merekam suara anaknya, atau suara tawa bayinya, lalu dijadikan nada dering.
Saya memilih "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"-nya Chrisye.
Dan itu tidak hanya untuk nada dering.
Nada sms, nada reminder, pake lagu ini juga.
Pagi ini, 06.20 saya sudah berada di bundaran taman di housing estate Hon Chong menunggu shuttle bus yang akan menjemput mereka yang ngantor hari ini.
Tepat 06.21 suara Chrisye mulai terdengar.
Baru saya teringat bahwa saya memang pasang reminder di 06.21 untuk segera keluar rumah dan menuju bundaran taman.
Ini karena kadang-kadang shuttle bus sudah meluncur meninggalkan housing estate jam 06.25.
Meski resminya seharusnya jam 06.30
Tapi pagi ini saya sudah di bundaran sebelum reminder berbunyi.
Saya tidak lagi memikirkan tentang reminder itu.
Pikiran saya justru terpusat pada suasana yang tak biasa.
Melihat taman, pepohonan di sekeliling, desir dan semilir angin.
Lalu karena reminder-nya bunyi, terdengarlah melalui earphone alunan Chrisye, yang membawakan Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Lagu, yang liriknya berasal dari Quran Suci, Surat Yasin ayat 65.
Akan datang hari ...
mulut dikunci ...
kata ... tak ada lagi ...
Akan tiba masa ...
tak ada suara ...
dari ... mulut kita ...
Berkata ...
Di depan taman dalam kesendirianku ...
Suasana hati dan alam yang menyatu ...
Suara khas Chrisye yang merdu ...
Membayangkan mulutku kelak yang terbelenggu ...
Aku meneteskan air mata ...
Tepat ketika terdengar suara langkah kaki di belakangku.
Ternyata Ms. Dieu, HR Supervisor untuk Hon Chong plant.
Saya coba kuatkan diri ini untuk mengucapkan selamat pagi kepadanya.
Tapi tidak sempat mengusap air mata.
Situasinya menjadi mudah bagiku karena dia melihat sebuah hp tergenggam di tanganku dan earphone nempel di telingaku.
Aku jelaskan kepadanya tentang lagu yang membuatku menangis.
Lagu tentang masa depan.
Tentang mulut yang tak bisa bicara.
Tentang tangan dan kaki yang akan bersahutan, menjadi saksi atas apa saja yang aku lakukan selama masih di dunia.
Ms. Dieu hanya mendengarkan sebentar.
Lalu dia pun menjauh.
Ini sesuatu yang tak biasa.
Kami biasanya ngobrol, seputar manpower.
Bahkan baru saja kemaren kami diskusi tentang employee performance.
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Yang kutahu, wanita punya perasaan yang lebih peka.
Mungkin dia juga meneteskan air mata di kejauhan sana.
Walloohu a'lam.
Announcement di Pesawat R-Air
Perhatian ... perhatian ...
Diberitahukan kepada para penumpang "Ramadhan Air" dengan nomor penerbangan 1429H.
Perjalanan Shiyam akan ditempuh dalam beberapa hari lagi & mendarat di landasan Fitri.
Ketinggian jelajah amal Dilipatgandakan, dengan tujuan Taqwa.
Para penumpang diharap tetap mengenakan sabuk Amanah, menegakkan kursi Iman & Ikhlas.
Penerbangan ini bebas asap Dengki & Perselisihan.
Atas nama awak kabin yang bertugas, kami ucapkan selamat menikmati bonus-bonus Pahala.
Semoga selamat sampai tujuan Taqwa.
Thanks to idris@standard.com.vn yang telah mem-posting tulisan di atas untuk masyindo_in_hcmc@yahoogroups.com.
Diberitahukan kepada para penumpang "Ramadhan Air" dengan nomor penerbangan 1429H.
Perjalanan Shiyam akan ditempuh dalam beberapa hari lagi & mendarat di landasan Fitri.
Ketinggian jelajah amal Dilipatgandakan, dengan tujuan Taqwa.
Para penumpang diharap tetap mengenakan sabuk Amanah, menegakkan kursi Iman & Ikhlas.
Penerbangan ini bebas asap Dengki & Perselisihan.
Atas nama awak kabin yang bertugas, kami ucapkan selamat menikmati bonus-bonus Pahala.
Semoga selamat sampai tujuan Taqwa.
Thanks to idris@standard.com.vn yang telah mem-posting tulisan di atas untuk masyindo_in_hcmc@yahoogroups.com.
Teka-Teki Serve Roger Federer
Tenis memang beda dengan badminton.
Jarang seorang pemain badminton langsung mendapat angka dengan serve-nya.
Sebaliknya, seorang pemain tenis bisa langsung dapat point dari serve-nya.
Bahkan bisa menghasilkan ace di mana bola serve-nya tak tersentuh lawannya.
Bahkan bisa menang satu set sekaligus, jika dia melakukan empat kali serve berturut-turut tanpa berhasil dikembalikan dan/atau tersentuh lawan.
Roger Federer termasuk salah satu pemain dunia yang menghasilkan serve yang sulit dikembalikan. Dari alat pencatat kecepatan serve, terbaca bahwa rata-rata serve-nya tidak secepat serve yang dilakukan oleh, misalnya, Ivo Karlovic maupun Andy Roddick.
Tapi kenapa kelihatannya serve-nya begitu cepat?
Apakah ada yang error dengan alat itu?
Saat perang Badar, dua golongan bertemu.
Yang satu berperang di jalan Allah, yang lainnya adalah golongan yang ingkar.
Golongan yang ingkar ini melihat seolah-olah yang mereka lawan adalah dua kali lipat dari jumlah mereka.
Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.
QS 3: 13
Jarang seorang pemain badminton langsung mendapat angka dengan serve-nya.
Sebaliknya, seorang pemain tenis bisa langsung dapat point dari serve-nya.
Bahkan bisa menghasilkan ace di mana bola serve-nya tak tersentuh lawannya.
Bahkan bisa menang satu set sekaligus, jika dia melakukan empat kali serve berturut-turut tanpa berhasil dikembalikan dan/atau tersentuh lawan.
Roger Federer termasuk salah satu pemain dunia yang menghasilkan serve yang sulit dikembalikan. Dari alat pencatat kecepatan serve, terbaca bahwa rata-rata serve-nya tidak secepat serve yang dilakukan oleh, misalnya, Ivo Karlovic maupun Andy Roddick.
Tapi kenapa kelihatannya serve-nya begitu cepat?
Apakah ada yang error dengan alat itu?
Saat perang Badar, dua golongan bertemu.
Yang satu berperang di jalan Allah, yang lainnya adalah golongan yang ingkar.
Golongan yang ingkar ini melihat seolah-olah yang mereka lawan adalah dua kali lipat dari jumlah mereka.
Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.
QS 3: 13
Menara-Menara dari Cahaya
Di sekitar 'Arsy ada menara-menara dari cahaya.
Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah mereka bercahaya.
Mereka bukan para nabi dan syuhada, tapi para nabi dan syuhada iri kepada mereka.
Ketika di tanya oleh para sahabat, siapa mereka itu?
Rosulullah SAW menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah dan saling berkunjung karena Allah".
(HR Tirmidzi)
Thanks to Heru Widiyanto (Heru.Widiyanto@ptcs.co.id) yang telah mem-posting tulisan di atas untuk teknik_kimia_undip@yahoogroups.com.
Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah mereka bercahaya.
Mereka bukan para nabi dan syuhada, tapi para nabi dan syuhada iri kepada mereka.
Ketika di tanya oleh para sahabat, siapa mereka itu?
Rosulullah SAW menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah dan saling berkunjung karena Allah".
(HR Tirmidzi)
Thanks to Heru Widiyanto (Heru.Widiyanto@ptcs.co.id) yang telah mem-posting tulisan di atas untuk teknik_kimia_undip@yahoogroups.com.
Thursday, September 25, 2008
Encer
Pengantar Cerita
Encer itu singkatan dari enam cerita. Keenam cerita ini semuanya tentang Habib Noh. Beliau lahir dalam situasi yang tidak biasa. Ibunda yang sedang mengandungnya berada di kapal yang sedang tertimpa badai besar. Sungguh saat-saat yang kritis dan kapal terancam terbalik. Ayahnya, Habib Mohamad bernazar bahwa kalo bayinya selamat, akan dinamai Noh untuk mengenang Nabi Nuh (Noah) yang membawa cahaya kasih sayang Allah dengan kapalnya. Tidak lama kemudian Habib Noh lahir selamat di dunia.
Tidak banyak cerita tentang masa kanak-kanaknya, tapi yang pasti, Habib Noh suka anak-anak, dan anak-anak pun senang bersamanya kemanapun beliau pergi.
Diantara kebiasaannya adalah membagi-bagikan makanan kepada orang miskin. Sering, dia masuk toko, mengambil semua uang dari brankas, memberikan semuanya kepada anak-anak yang sudah menunggu. Para pemilik toko tidak melakukan perlawanan dan tidak lama kemudian mereka mendapat anugerah dari Allah berupa kemakmuran dalam bisnis mereka.
Meski demikian, aksinya ini tidak disukai aparat penegak hukum yang mencoba menjebloskannya ke penjara beberapa kali. Tapi mereka akhirnya selalu menyerah dan membiarkan Habib Noh. Setiap kali ditahan, masuk sel, dia menghilang lalu terlihat sedang berjalan dengan bebas di luar penjara. Ini merupakan salah satu dari tanda-tanda aulia, mereka seratus persen adalah pelayan Allah sehingga Allah membebaskannya dari manusia.
Dia sering memberi nasihat. Dia mendorong teman-temannya untuk selalu peduli, menambah pengetahuan agama dan konsisten belajar Al-Quran. Diantara nasihatnya adalah “Jangan sampai ada niat yang tidak baik diantara kamu dan jangan sampai ada sedikit pun sifat rakus diantara kamu.”
Habib Noh r.a. sering bangun malam untuk sholat sampai subuh. Dia sering mengunjungi makam Muslim di tengah malam untuk membaca ayat-ayat Quran. Dia sering berkhalwat (menyendiri untuk zikir) di puncak Gunung Palmer (di Singapura) sebagai upayanya untuk makin dekat kepada Allah.
Cerita-cerita tentang Habib Noh sering berkisar tentang hal-hal yang ajaib – khususnya kemampuannya yang tidak masuk akal untuk muncul di beberapa tempat sekaligus, dengan izin Allah. Dia terlihat di Mekah ketika saat itu diketahui dia belum meninggalkan Singapura. Dia dikenal oleh para jamaah karena saat mereka akan meninggalkan Singapura, beliau mengucapkan kata-kata selamat jalan, “Saya akan berada di sana saat Anda sekalian tiba.” Dan saat para jamaah sampai di tempat tujuan, Habib Noh memang sudah berada di sana untuk mengucapkan selamat datang.
Sebagaimana nasihat Habib Noh, “jangan sampai ada niat yang tidak baik diantara kamu”, maka cerita-cerita ini dihadirkan insya Allah dengan niat yang baik. Tidak ada niat untuk misalnya mengkultuskan Habib Noh, jauh dari itu. Jika hanya ada satu niat, maka itu adalah sebuah harapan bahwa cerita-cerita ini bisa membawa kita lebih dekat kepada Allah, yang kekuasaan-Nya meliputi segalanya.
Cerita ke-1
Suatu hari seorang pebisnis Singapura terkemuka sudah dijadwalkan untuk berlayar sebelum jam makan siang. Dia menerima kabar bahwa Habib Noh ingin makan siang bersamanya di rumahnya hari itu juga. Karena kecintaannya kepada Habib Noh, sang pebisnis tidak jadi berangkat berlayar hari itu dan makan siang bersama sang wali. Pada saat itu dia tidak tahu bahwa Habib Noh – yang juga dikenal karena karunia Allah kepada Habib Noh berupa pengetahuan tentang kejadian yang akan datang dan sifat Habib Noh yang mampu menjaga rahasia – mengajaknya makan siang bersama dengan sebuah tujuan. Yaitu untuk mencegahnya berlayar hari itu dengan kapal yang akhirnya hancur dekat Penang, karam bersama sebagian besar penumpangnya.
Cerita ke-2
Seorang bernama Tok Mat, yang memiliki kereta kuda, biasa membawa Habib Noh naik keretanya. Suatu malam Tok Mat berada dalam perjalanan pulang ke rumah sendirian. Dia merasa sangat takut, karena Singapura, pada saat itu, bukan merupakan tempat yang aman sebagaimana Singapura saat ini. Perampok dan bandit berkeliaran di mana-mana, bisa tiba-tiba muncul dan menggasak para pelancong. Tok Mat membayangkan seandainya Habib Noh berada di keretanya. Saat dia melihat ke belakang dia terkejut melihat Habib Noh sedang duduk di keretanya dan tersenyum padanya.
Cerita ke-3
Suatu malam, Habib Noh r.a. sedang beristirahat ketika dia mendengar tangis tanpa henti seorang bocah, suara terdengar dari rumah tetangganya. Habib Noh r.a. bangun dan pergi ke rumah tetangganya. Dia mengucapkan salam dan memasuki rumah tetangganya, di mana, dia melihat, seorang ayah sedang menangis. Dia menanyakan ibu dari bocah yang menangis tentang apa yang terjadi. Sang ibu menjawab, "Habib, anak saya menangis karena dia ingin minum susu tapi saya tidak punya uang untuk membelinya. Suami saya menangis karena dia perasaannya seperti diaduk-aduk tidak kuat mendengar anaknya yang menangis." Habib Noh RA lalu meminta sedikit air minum. Sang ibu memberinya air di dalam wadah tempurung kelapa. Habib Noh r.a. membaca beberapa ayat dan tidak lama kemudian airnya berubah menjadi susu dan susu itu pun diberikan kepada bocah yang menangis tadi.
Cerita ke-4
Suatu hari, sekelompok orang mengunjungi Habib Noh r.a. Mereka menunggu karena beliau sedang sholat Asar. Segera setelah itu, Habib Noh r.a. keluar untuk bertemu para pengunjung. Saat beliau menyalami orang kedua dalam kelompok itu, beliau mengamati wajah orang itu dan berkata, “Sebaiknya Anda meninggalkan tempat ini sekarang karena ibu Anda sedang menghadapi saat-saat terakhirnya, dan akan meninggal dunia." Orang itu buru-buru pulang ditemani Habib Noh r.a. Dan saat mereka tiba di rumah, ibu orang itu baru saja meninggal.
Cerita ke-5
Suatu hari seorang pedagang mengundang Habib r.a. ke rumahnya untuk suatu acara du’a selamat karena dia akan balik ke Yaman. Rencananya, sang pedagang ini akan langsung berangkat segera setelah acara du’a selamat selesai.
Sesuatu yang aneh terjadi. Tatkala Habib r.a. tiba, dia duduk di atas bagasi pedagang itu dan memimpin acara du’a selamat. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Habib Noh r.a. baca du’a-nya lama sekali, sampai sang pedagang jadi resah, karena kapalnya segera berangkat. Sebagai tanda bahwa mereka menghargai Habib Noh r.a., tak satupun orang yang berani mengatakan sepatah kata pun.
Akhirnya, Habib r.a. selesai membaca du’a. Dan saat itu, kapal yang sedianya akan ditumpangi oleh sang pedagang, sudah meninggalkan pelabuhan. Para tamu mulai makan tapi tak seorang pun yang mempertanyakan apa yang Habib r.a. lakukan. Sang pedagang sudah ketinggalan kapal. Seminggu kemudian, mereka mendengar kabar bahwa kapal yang akan ditumpangi pedagang itu, tenggelam di Samudera India, dan semua penumpangnya meninggal dunia. Saat itu lah mereka menyadari alasan di balik apa yang dilakukan Habib.
Cerita ke-6
Selama perang dunia ke-2, sebuah pesawat Jepang menjatuhkan bom yang mendarat di atas atap maqam Habib Noh (beliau sudah wafat waktu itu). Bangunan-bangunan di sekeliling maqam hancur total bahkan pintu masuk maqam pun hancur. Habib AlKhair, yang dipercaya sebagai penjaga makam, sedikit terluka. Dengan izin Allah, maqamnya sendiri tidak tersentuh.
Sejumlah cerita seperti ini masih menjadi pembicaraan sampai hari ini juga di Singapura, Malaysia dan Indonesia dan bahkan jauh di India dan Yaman.
Habib Noh meninggal dengan tenang hari Jumat 14 Rabi’ul Awal 1283 Hijriah dan dikebumikan di atas bukit sebagaimana yang dipintanya sebelumnya. Jiwanya masih hidup dan berbagai keajaiban masih akan dialami oleh mereka yang memiliki iman yang kuat dan hanya meminta bantuan dan barokah Allah.
Cerita versi orisinil dan lebih lengkap ada di:
http://en.wikipedia.org/wiki/Makam_Habib_Noh
Encer itu singkatan dari enam cerita. Keenam cerita ini semuanya tentang Habib Noh. Beliau lahir dalam situasi yang tidak biasa. Ibunda yang sedang mengandungnya berada di kapal yang sedang tertimpa badai besar. Sungguh saat-saat yang kritis dan kapal terancam terbalik. Ayahnya, Habib Mohamad bernazar bahwa kalo bayinya selamat, akan dinamai Noh untuk mengenang Nabi Nuh (Noah) yang membawa cahaya kasih sayang Allah dengan kapalnya. Tidak lama kemudian Habib Noh lahir selamat di dunia.
Tidak banyak cerita tentang masa kanak-kanaknya, tapi yang pasti, Habib Noh suka anak-anak, dan anak-anak pun senang bersamanya kemanapun beliau pergi.
Diantara kebiasaannya adalah membagi-bagikan makanan kepada orang miskin. Sering, dia masuk toko, mengambil semua uang dari brankas, memberikan semuanya kepada anak-anak yang sudah menunggu. Para pemilik toko tidak melakukan perlawanan dan tidak lama kemudian mereka mendapat anugerah dari Allah berupa kemakmuran dalam bisnis mereka.
Meski demikian, aksinya ini tidak disukai aparat penegak hukum yang mencoba menjebloskannya ke penjara beberapa kali. Tapi mereka akhirnya selalu menyerah dan membiarkan Habib Noh. Setiap kali ditahan, masuk sel, dia menghilang lalu terlihat sedang berjalan dengan bebas di luar penjara. Ini merupakan salah satu dari tanda-tanda aulia, mereka seratus persen adalah pelayan Allah sehingga Allah membebaskannya dari manusia.
Dia sering memberi nasihat. Dia mendorong teman-temannya untuk selalu peduli, menambah pengetahuan agama dan konsisten belajar Al-Quran. Diantara nasihatnya adalah “Jangan sampai ada niat yang tidak baik diantara kamu dan jangan sampai ada sedikit pun sifat rakus diantara kamu.”
Habib Noh r.a. sering bangun malam untuk sholat sampai subuh. Dia sering mengunjungi makam Muslim di tengah malam untuk membaca ayat-ayat Quran. Dia sering berkhalwat (menyendiri untuk zikir) di puncak Gunung Palmer (di Singapura) sebagai upayanya untuk makin dekat kepada Allah.
Cerita-cerita tentang Habib Noh sering berkisar tentang hal-hal yang ajaib – khususnya kemampuannya yang tidak masuk akal untuk muncul di beberapa tempat sekaligus, dengan izin Allah. Dia terlihat di Mekah ketika saat itu diketahui dia belum meninggalkan Singapura. Dia dikenal oleh para jamaah karena saat mereka akan meninggalkan Singapura, beliau mengucapkan kata-kata selamat jalan, “Saya akan berada di sana saat Anda sekalian tiba.” Dan saat para jamaah sampai di tempat tujuan, Habib Noh memang sudah berada di sana untuk mengucapkan selamat datang.
Sebagaimana nasihat Habib Noh, “jangan sampai ada niat yang tidak baik diantara kamu”, maka cerita-cerita ini dihadirkan insya Allah dengan niat yang baik. Tidak ada niat untuk misalnya mengkultuskan Habib Noh, jauh dari itu. Jika hanya ada satu niat, maka itu adalah sebuah harapan bahwa cerita-cerita ini bisa membawa kita lebih dekat kepada Allah, yang kekuasaan-Nya meliputi segalanya.
Cerita ke-1
Suatu hari seorang pebisnis Singapura terkemuka sudah dijadwalkan untuk berlayar sebelum jam makan siang. Dia menerima kabar bahwa Habib Noh ingin makan siang bersamanya di rumahnya hari itu juga. Karena kecintaannya kepada Habib Noh, sang pebisnis tidak jadi berangkat berlayar hari itu dan makan siang bersama sang wali. Pada saat itu dia tidak tahu bahwa Habib Noh – yang juga dikenal karena karunia Allah kepada Habib Noh berupa pengetahuan tentang kejadian yang akan datang dan sifat Habib Noh yang mampu menjaga rahasia – mengajaknya makan siang bersama dengan sebuah tujuan. Yaitu untuk mencegahnya berlayar hari itu dengan kapal yang akhirnya hancur dekat Penang, karam bersama sebagian besar penumpangnya.
Cerita ke-2
Seorang bernama Tok Mat, yang memiliki kereta kuda, biasa membawa Habib Noh naik keretanya. Suatu malam Tok Mat berada dalam perjalanan pulang ke rumah sendirian. Dia merasa sangat takut, karena Singapura, pada saat itu, bukan merupakan tempat yang aman sebagaimana Singapura saat ini. Perampok dan bandit berkeliaran di mana-mana, bisa tiba-tiba muncul dan menggasak para pelancong. Tok Mat membayangkan seandainya Habib Noh berada di keretanya. Saat dia melihat ke belakang dia terkejut melihat Habib Noh sedang duduk di keretanya dan tersenyum padanya.
Cerita ke-3
Suatu malam, Habib Noh r.a. sedang beristirahat ketika dia mendengar tangis tanpa henti seorang bocah, suara terdengar dari rumah tetangganya. Habib Noh r.a. bangun dan pergi ke rumah tetangganya. Dia mengucapkan salam dan memasuki rumah tetangganya, di mana, dia melihat, seorang ayah sedang menangis. Dia menanyakan ibu dari bocah yang menangis tentang apa yang terjadi. Sang ibu menjawab, "Habib, anak saya menangis karena dia ingin minum susu tapi saya tidak punya uang untuk membelinya. Suami saya menangis karena dia perasaannya seperti diaduk-aduk tidak kuat mendengar anaknya yang menangis." Habib Noh RA lalu meminta sedikit air minum. Sang ibu memberinya air di dalam wadah tempurung kelapa. Habib Noh r.a. membaca beberapa ayat dan tidak lama kemudian airnya berubah menjadi susu dan susu itu pun diberikan kepada bocah yang menangis tadi.
Cerita ke-4
Suatu hari, sekelompok orang mengunjungi Habib Noh r.a. Mereka menunggu karena beliau sedang sholat Asar. Segera setelah itu, Habib Noh r.a. keluar untuk bertemu para pengunjung. Saat beliau menyalami orang kedua dalam kelompok itu, beliau mengamati wajah orang itu dan berkata, “Sebaiknya Anda meninggalkan tempat ini sekarang karena ibu Anda sedang menghadapi saat-saat terakhirnya, dan akan meninggal dunia." Orang itu buru-buru pulang ditemani Habib Noh r.a. Dan saat mereka tiba di rumah, ibu orang itu baru saja meninggal.
Cerita ke-5
Suatu hari seorang pedagang mengundang Habib r.a. ke rumahnya untuk suatu acara du’a selamat karena dia akan balik ke Yaman. Rencananya, sang pedagang ini akan langsung berangkat segera setelah acara du’a selamat selesai.
Sesuatu yang aneh terjadi. Tatkala Habib r.a. tiba, dia duduk di atas bagasi pedagang itu dan memimpin acara du’a selamat. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Habib Noh r.a. baca du’a-nya lama sekali, sampai sang pedagang jadi resah, karena kapalnya segera berangkat. Sebagai tanda bahwa mereka menghargai Habib Noh r.a., tak satupun orang yang berani mengatakan sepatah kata pun.
Akhirnya, Habib r.a. selesai membaca du’a. Dan saat itu, kapal yang sedianya akan ditumpangi oleh sang pedagang, sudah meninggalkan pelabuhan. Para tamu mulai makan tapi tak seorang pun yang mempertanyakan apa yang Habib r.a. lakukan. Sang pedagang sudah ketinggalan kapal. Seminggu kemudian, mereka mendengar kabar bahwa kapal yang akan ditumpangi pedagang itu, tenggelam di Samudera India, dan semua penumpangnya meninggal dunia. Saat itu lah mereka menyadari alasan di balik apa yang dilakukan Habib.
Cerita ke-6
Selama perang dunia ke-2, sebuah pesawat Jepang menjatuhkan bom yang mendarat di atas atap maqam Habib Noh (beliau sudah wafat waktu itu). Bangunan-bangunan di sekeliling maqam hancur total bahkan pintu masuk maqam pun hancur. Habib AlKhair, yang dipercaya sebagai penjaga makam, sedikit terluka. Dengan izin Allah, maqamnya sendiri tidak tersentuh.
Sejumlah cerita seperti ini masih menjadi pembicaraan sampai hari ini juga di Singapura, Malaysia dan Indonesia dan bahkan jauh di India dan Yaman.
Habib Noh meninggal dengan tenang hari Jumat 14 Rabi’ul Awal 1283 Hijriah dan dikebumikan di atas bukit sebagaimana yang dipintanya sebelumnya. Jiwanya masih hidup dan berbagai keajaiban masih akan dialami oleh mereka yang memiliki iman yang kuat dan hanya meminta bantuan dan barokah Allah.
Cerita versi orisinil dan lebih lengkap ada di:
http://en.wikipedia.org/wiki/Makam_Habib_Noh
Wednesday, September 24, 2008
Humor Tingkat Tinggi
Apa yang Anda pikirkan tentang "kabar gembira"?
Silakan luangkan waktu sejenak untuk membayangkan apa saja yang bisa Anda nikmati ...
Pernah dimuat di Suara Merdeka seorang polisi yang dibunuh, hanya gara-gara dia mengingatkan para pemabuk untuk meninggalkan minuman keras.
Menjadi rahasia umum, seorang jaksa yang dibunuh karena menegakkan keadilan, menyuruh sang pelaku kejahatan untuk berbuat adil.
Belum lagi, sejarah mencatat kekejaman orang yang membunuh para nabi.
Maka Allah pun meminta Rasulullah Muhammad untuk menyampaikan kepada mereka, yang jahat dan kejam itu, sebuah "kabar gembira".
Dan "kabar gembira" itu adalah "adzab yang pedih".
QS 3:21
Silakan luangkan waktu sejenak untuk membayangkan apa saja yang bisa Anda nikmati ...
Pernah dimuat di Suara Merdeka seorang polisi yang dibunuh, hanya gara-gara dia mengingatkan para pemabuk untuk meninggalkan minuman keras.
Menjadi rahasia umum, seorang jaksa yang dibunuh karena menegakkan keadilan, menyuruh sang pelaku kejahatan untuk berbuat adil.
Belum lagi, sejarah mencatat kekejaman orang yang membunuh para nabi.
Maka Allah pun meminta Rasulullah Muhammad untuk menyampaikan kepada mereka, yang jahat dan kejam itu, sebuah "kabar gembira".
Dan "kabar gembira" itu adalah "adzab yang pedih".
QS 3:21
Tuesday, September 23, 2008
Kerinduan
dulu pernah aku bersumpah
slalu setia jika ku mencinta
masih melekat rasa itu
saat cintamu datang padaku
semua terwujud saat kau singgah
panasi cinta untuk setia merindu
slalu setia jika ku mencinta
masih melekat rasa itu
saat cintamu datang padaku
semua terwujud saat kau singgah
panasi cinta untuk setia merindu
kerinduan ...
tak akan menghilang
kan selalu kurasa
tak mampu kumenghindar
kauberikan … apa yang ku pinta
kau mengikatku dalam cinta temaniku dalam ... setia
aku tak pernah mengharapkan
cinta lain datang membelaiku
aku dapat slalu bertahan
menahan cintamu disukmaku
kehadiranmu basuh jiwaku
engkau sulutkan api cinta diriku
cinta lain datang membelaiku
aku dapat slalu bertahan
menahan cintamu disukmaku
kehadiranmu basuh jiwaku
engkau sulutkan api cinta diriku
kerinduan ...
tak akan menghilang
kan selalu kurasa
tak mampu kumenghindar
kauberikan … apa yang ku pinta
kan selalu kurasa
tak mampu kumenghindar
kauberikan … apa yang ku pinta
kau mengikatku dalam cinta temaniku dalam jalani hidup ini
(Sheila Majid - Kerinduan)
Friday, August 29, 2008
Mata Kuliah Tersulit
Mata kuliah yang paling sulit, biasanya dihadapi dengan lebih serius.
Berbagai upaya dan strategi dilakukan.
Selalu hadir di setiap sesi perkuliahan.
Duduk paling depan.
Catatan paling lengkap.
Membaca semua buku referensi yang dianjurkan.
Mengerjakan tugas-tugas lebih dini.
Berlatih menjawab soal-soal ujian yang telah lalu.
Kekayaan, kesuksesan, harta berlimpah, karir yang melesat, kepopuleran, adalah ujian Allah yang paling dikhawatirkan Rasulullah gagal dilalui umatnya.
Semoga kita terhindar dari kegagalan, jika sedang diuji Allah dengan kelapangan. Semoga kita justru makin rajin ibadah, makin banyak bersyukur dan memuji kebesaran nama-Nya. Amien.
Berbagai upaya dan strategi dilakukan.
Selalu hadir di setiap sesi perkuliahan.
Duduk paling depan.
Catatan paling lengkap.
Membaca semua buku referensi yang dianjurkan.
Mengerjakan tugas-tugas lebih dini.
Berlatih menjawab soal-soal ujian yang telah lalu.
Kekayaan, kesuksesan, harta berlimpah, karir yang melesat, kepopuleran, adalah ujian Allah yang paling dikhawatirkan Rasulullah gagal dilalui umatnya.
Semoga kita terhindar dari kegagalan, jika sedang diuji Allah dengan kelapangan. Semoga kita justru makin rajin ibadah, makin banyak bersyukur dan memuji kebesaran nama-Nya. Amien.
Friday, August 22, 2008
Mengaku Zalim
Dan ingatlah kisah Zun Nun atau Yunus, ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya.
Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, di dalam perut ikan, di dalam laut, pada malam hari,
"Laa ilaaha illaa anta. Subhaanaka. Innii kuntu minadzdzaalimiin."
Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
=================
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Lalu Allah menyelamatkan orang yang mengaku zalim ini, dan menyebutnya sebagai orang yang beriman.
Orang yang sungguh beriman, tidak akan pernah mengaku sebagai orang yang beriman, tapi pasrah dan senantiasa memohon kepada Allah, dengan penuh harap dan cemas, supaya masuk golongan orang-orang yang beriman.
Orang yang sungguh beriman, akan jatuh tersungkur, bersimpuh di hadapannya, mengaku sepenuh hati, bahwa dia adalah orang yang zalim, dan memohon ampunan-Nya.
Pengakuan apakah yang akan kita buat di hadapan-Nya?
=================
Sumber: Quran Suci, Surat Al-Anbiya' 21:87
Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, di dalam perut ikan, di dalam laut, pada malam hari,
"Laa ilaaha illaa anta. Subhaanaka. Innii kuntu minadzdzaalimiin."
Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
=================
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Lalu Allah menyelamatkan orang yang mengaku zalim ini, dan menyebutnya sebagai orang yang beriman.
Orang yang sungguh beriman, tidak akan pernah mengaku sebagai orang yang beriman, tapi pasrah dan senantiasa memohon kepada Allah, dengan penuh harap dan cemas, supaya masuk golongan orang-orang yang beriman.
Orang yang sungguh beriman, akan jatuh tersungkur, bersimpuh di hadapannya, mengaku sepenuh hati, bahwa dia adalah orang yang zalim, dan memohon ampunan-Nya.
Pengakuan apakah yang akan kita buat di hadapan-Nya?
=================
Sumber: Quran Suci, Surat Al-Anbiya' 21:87
Plong
Sholat pun selesai ditunaikan. Alhamdulillah. Kita merasa plong. Sudah menuntaskan sebuah kewajiban.
Kelihatannya tidak ada yang salah, namun masih teringat nasihat ustadz Afifuddin: sebaiknya "plong" itu bukan sesudah mengerjakan sholat, tapi ketika akan memulai sholat - sholat yang tepat waktu.
Plong, karena kita berhasil meninggalkan segala hal yang berbau duniawi dan memenuhi panggilan-Nya.
Kita berhasil menggerakkan tangan, kaki, anggota tubuh kita untuk bersuci, mengambil air wudhu.
Kita berhasil melangkahkan kaki menuju tempat kita akan bersujud, bersimpuh di hadapannya, menuju arah Ka'bah, qiblat pemersatu umat.
Saat ini, "plong" jenis manakah yang kita miliki?
Hanya kita sendiri, dan Allah jua lah, yang bisa mengukur kadar iman kita.
Kelihatannya tidak ada yang salah, namun masih teringat nasihat ustadz Afifuddin: sebaiknya "plong" itu bukan sesudah mengerjakan sholat, tapi ketika akan memulai sholat - sholat yang tepat waktu.
Plong, karena kita berhasil meninggalkan segala hal yang berbau duniawi dan memenuhi panggilan-Nya.
Kita berhasil menggerakkan tangan, kaki, anggota tubuh kita untuk bersuci, mengambil air wudhu.
Kita berhasil melangkahkan kaki menuju tempat kita akan bersujud, bersimpuh di hadapannya, menuju arah Ka'bah, qiblat pemersatu umat.
Saat ini, "plong" jenis manakah yang kita miliki?
Hanya kita sendiri, dan Allah jua lah, yang bisa mengukur kadar iman kita.
Friday, August 15, 2008
Apabila, Bila dan Ketika
Apabila anak kita nakal, sulit diberitahu ...
tetaplah berusaha dengan sabar, karena itulah ladang amal kita.
Apabila kita telah berbaik hati, namun dituduh mencari muka ...
tetaplah berbuat baik, karena Allah swt lah yang akan membalasnya.
Apabila kita aktif menjadi donatur darah, namun di saat kita membutuhkan, kita dipersulit ...
tetaplah kita menyumbangkan darah, karena masih banyak nyawa yang perlu diselamatkan.
Ketika kita dalam kesulitan dan berusaha minta tolong, namun orang tidak memperdulikannya ...
maafkanlah dia, dan tetaplah berusaha dan berdoa, karena hanya Allah swt lah yang dapat membukakan hatinya.
Bila kita menegakkan hukum Allah, dan orang menganggap kita egois ...
tetaplah teguh dan bersabar karena Allah swt lah yang akan melindungi kita.
Bila kita baik hati, dan orang menuduh kita ada maunya ...
Tetaplah berbuat baik karena Allah swt lah yang akan membalasnya.
Bila kita sukses, dan kita menemui teman-teman yang tidak bersahabat ...
tetaplah teruskan kesuksesan kita.
Bila kita jujur dan tulus, dan orang menipu kita ...
tetaplah jujur dan tulus, karena Allah swt lah yang membalasnya.
Bila kita menunjukkan jalan kebenaran, dan orang mencemooh kita ...
tetaplah kita mengingatkannya, karena Allah sedang menguji kita.
Ketika kita membantu orang yang kesulitan, dan orang mengatakan riya,
tetaplah membantu, sebab hanya karena Allah swt lah kita menolongnya.
Bila kita menolong orang, namun ketika kita membutuhkan pertolongan orang tidak perduli kepada kita ...
tetaplah suka menolong, karena Allah memiliki catatan tentang apa yang kita dan orang yang tak perduli itu lakukan.
Apabila kita telah bekerja keras, namun dinilai rendah oleh atasan kita ...
tetaplah bekerja keras, karena Allah swt akan menilai sesuai dengan niat dan bonus atas kesabaran kita.
Bila hasil kerja kita diakui sebagai hasil karya orang lain ….
tetaplah berkarya karena masih banyak orang yang membutuhkan karya-karya kita.
Bila hasil karya kita selama bertahun-tahun dihancurkan orang dalam semalam ...
Janganlah berputus asa, karena pada hakekatnya kita telah mempunyai tabungan.
Bila kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan, dan ada yang iri ...
tetaplah mensyukuri kebahagiaan kita.
Bila kebaikan kita begitu mudah dilupakan orang ...
tetaplah terus berbuat kebaikan, agar semakin banyak tabungan kebaikan kita.
Ketika kita memberikan segala yang terbaik dari apa yang kita miliki dan orang tetap tidak puas juga ...
teruslah berjuang untuk memberikan yang terbaik.
Bila kita telah terus menerus berdoa, namun belum dikabulkan-Nya ...
tetaplah berdoa, karena di akherat kelak Allah swt akan mambayar semua doa-doa kita di dunia ... Subhanallah.
*****************
Apapun yang kita lakukan ...
akan ada orang-orang di belakang kita yang akan mengikutinya.
Maka tetaplah menanamkan bibit-bibit kebaikan.
Sebutir Mutiara walaupun di lubang jamban tetaplah menjadi mutiara.
Tentang hasilnya ...
entah esok entah lusa, entah untuk anak cucu kita, orang tua kita, saudara kita, sahabat2 kita, bawahan kita, atasan kita, atau mungkin untuk lingkungan kita, biarlah Allah swt yang mengatur-Nya.
Apapun yang kita lakukan, Allah swt pasti akan membalasnya.
Tidak ada pengorbanan yang sia-sia, teruslah menanamkan bibit-bibit kebaikan, agar istri, anak, saudara, teman, dan lingkungan kita mengikutinya.
Semoga semua hasilnya dapat kita jadikan bekal dalam menempuh perjalan panjang kita.
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
(Adz Dzaariyaat QS.51;55)
*****************
Kontribusi dari Yuli Artanto (artantoyuli@yahoo.com.au), dari Marita Widyaningrum (marita.widyaningrum@bankmandiri.co.id), dari Slamet Purwanto
tetaplah berusaha dengan sabar, karena itulah ladang amal kita.
Apabila kita telah berbaik hati, namun dituduh mencari muka ...
tetaplah berbuat baik, karena Allah swt lah yang akan membalasnya.
Apabila kita aktif menjadi donatur darah, namun di saat kita membutuhkan, kita dipersulit ...
tetaplah kita menyumbangkan darah, karena masih banyak nyawa yang perlu diselamatkan.
Ketika kita dalam kesulitan dan berusaha minta tolong, namun orang tidak memperdulikannya ...
maafkanlah dia, dan tetaplah berusaha dan berdoa, karena hanya Allah swt lah yang dapat membukakan hatinya.
Bila kita menegakkan hukum Allah, dan orang menganggap kita egois ...
tetaplah teguh dan bersabar karena Allah swt lah yang akan melindungi kita.
Bila kita baik hati, dan orang menuduh kita ada maunya ...
Tetaplah berbuat baik karena Allah swt lah yang akan membalasnya.
Bila kita sukses, dan kita menemui teman-teman yang tidak bersahabat ...
tetaplah teruskan kesuksesan kita.
Bila kita jujur dan tulus, dan orang menipu kita ...
tetaplah jujur dan tulus, karena Allah swt lah yang membalasnya.
Bila kita menunjukkan jalan kebenaran, dan orang mencemooh kita ...
tetaplah kita mengingatkannya, karena Allah sedang menguji kita.
Ketika kita membantu orang yang kesulitan, dan orang mengatakan riya,
tetaplah membantu, sebab hanya karena Allah swt lah kita menolongnya.
Bila kita menolong orang, namun ketika kita membutuhkan pertolongan orang tidak perduli kepada kita ...
tetaplah suka menolong, karena Allah memiliki catatan tentang apa yang kita dan orang yang tak perduli itu lakukan.
Apabila kita telah bekerja keras, namun dinilai rendah oleh atasan kita ...
tetaplah bekerja keras, karena Allah swt akan menilai sesuai dengan niat dan bonus atas kesabaran kita.
Bila hasil kerja kita diakui sebagai hasil karya orang lain ….
tetaplah berkarya karena masih banyak orang yang membutuhkan karya-karya kita.
Bila hasil karya kita selama bertahun-tahun dihancurkan orang dalam semalam ...
Janganlah berputus asa, karena pada hakekatnya kita telah mempunyai tabungan.
Bila kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan, dan ada yang iri ...
tetaplah mensyukuri kebahagiaan kita.
Bila kebaikan kita begitu mudah dilupakan orang ...
tetaplah terus berbuat kebaikan, agar semakin banyak tabungan kebaikan kita.
Ketika kita memberikan segala yang terbaik dari apa yang kita miliki dan orang tetap tidak puas juga ...
teruslah berjuang untuk memberikan yang terbaik.
Bila kita telah terus menerus berdoa, namun belum dikabulkan-Nya ...
tetaplah berdoa, karena di akherat kelak Allah swt akan mambayar semua doa-doa kita di dunia ... Subhanallah.
*****************
Apapun yang kita lakukan ...
akan ada orang-orang di belakang kita yang akan mengikutinya.
Maka tetaplah menanamkan bibit-bibit kebaikan.
Sebutir Mutiara walaupun di lubang jamban tetaplah menjadi mutiara.
Tentang hasilnya ...
entah esok entah lusa, entah untuk anak cucu kita, orang tua kita, saudara kita, sahabat2 kita, bawahan kita, atasan kita, atau mungkin untuk lingkungan kita, biarlah Allah swt yang mengatur-Nya.
Apapun yang kita lakukan, Allah swt pasti akan membalasnya.
Tidak ada pengorbanan yang sia-sia, teruslah menanamkan bibit-bibit kebaikan, agar istri, anak, saudara, teman, dan lingkungan kita mengikutinya.
Semoga semua hasilnya dapat kita jadikan bekal dalam menempuh perjalan panjang kita.
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
(Adz Dzaariyaat QS.51;55)
*****************
Kontribusi dari Yuli Artanto (artantoyuli@yahoo.com.au), dari Marita Widyaningrum (marita.widyaningrum@bankmandiri.co.id), dari Slamet Purwanto
Wednesday, August 13, 2008
Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan
"Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-'aalamiin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan khotbahnya, "Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.")
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu."
(Aku – Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini – berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi, "Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".)
*****************
Tulisan di atas pernah dikirim oleh Nur Hidayati, (nury_99@yahoo.co.uk), ke milis tkdt (tkdt@yahoogroups.com) tanggal 10 Agustus 2008, 6:26 PM, berasal dari Mochamad Bugi (http://www.dakwatuna.com/author/bugi).
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-'aalamiin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan khotbahnya, "Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.")
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu."
(Aku – Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini – berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi, "Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".)
*****************
Tulisan di atas pernah dikirim oleh Nur Hidayati, (nury_99@yahoo.co.uk), ke milis tkdt (tkdt@yahoogroups.com) tanggal 10 Agustus 2008, 6:26 PM, berasal dari Mochamad Bugi (http://www.dakwatuna.com/author/bugi).
Tuesday, July 29, 2008
Malam Pertama
Ini bukanlah malam yang penuh kenikmatan duniawi
Bukan pula malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Ini adalah malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak-saudara
Hari itu ... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun ... harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka
Tak ada sehelai benang pun menutupinya
Tak ada sedikitpun rasa malu
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih
Itulah sosok kita
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan, kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain itu jarang orang memakainya
Karena bermerk sangat terkenal bernama kain Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita
Bagian kepala, badan, dan kaki diikatkan
Tataplah ... tataplah ...
Itulah wajah kita
Keranda pelaminan ... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian ...
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Diiringi rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah dzikir
Akad nikahnya bacaan talqin
Walinya adalah liang lahat
Saksi-saksinya nisan-nisan yang telah tiba duluan
Siraman air mawar pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya ... tibalah masa pengantin ...
Menunggu dan ditinggal sendirian ...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama ... ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah ...
Dan ketika 7 langkah telah pergi ...
Kitapun ditanyai oleh sang Malaikat ...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur ...
Ataukah Siksa Kubur ...
Kita tak tahu ... dan tak seorangpun yang tahu ...
Tapi anehnya!!!
Kita tak pernah galau ketakutan!!!
Padahal kita tidak tahu nikmat atau siksa yang akan kita terima!!!
Kita sungkan sekali meneteskan air mata ...
Seolah barang berharga yang sangat mahal ...
Dan Dia akan menetapkanmu ke syurga ...
atau melemparkan dirimu ke neraka ...
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga ... tapi ...
Tapi ... sudah pantaskah sikap kita selama ini ...
untuk disebut sebagai ahli syurga
Sahabat ... mohon maaf ... jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia ... bukan aku berkhianat ... tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah ... aku pasti kan mendo'akanmu ...
Karena aku sungguh menyayangimu ...
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo'a ... semoga kau jadi ahli syurga ...
Aamien ...
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran".
(QS 103:1-3)
*****************
* tulisan di atas disalin dan diedit seperlunya dari kontribusi Gus Kholik atau Eko Suharsono (arso_1968@yahoo.co.id) yang dikirim ke milis tkdt@yahoogroups.com
Bukan pula malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Ini adalah malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak-saudara
Hari itu ... mempelai sangat dimanjakan
Mandipun ... harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka
Tak ada sehelai benang pun menutupinya
Tak ada sedikitpun rasa malu
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih
Itulah sosok kita
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan, kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain itu jarang orang memakainya
Karena bermerk sangat terkenal bernama kain Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita
Bagian kepala, badan, dan kaki diikatkan
Tataplah ... tataplah ...
Itulah wajah kita
Keranda pelaminan ... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian ...
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Diiringi rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah dzikir
Akad nikahnya bacaan talqin
Walinya adalah liang lahat
Saksi-saksinya nisan-nisan yang telah tiba duluan
Siraman air mawar pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya ... tibalah masa pengantin ...
Menunggu dan ditinggal sendirian ...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama ... ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah ...
Dan ketika 7 langkah telah pergi ...
Kitapun ditanyai oleh sang Malaikat ...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur ...
Ataukah Siksa Kubur ...
Kita tak tahu ... dan tak seorangpun yang tahu ...
Tapi anehnya!!!
Kita tak pernah galau ketakutan!!!
Padahal kita tidak tahu nikmat atau siksa yang akan kita terima!!!
Kita sungkan sekali meneteskan air mata ...
Seolah barang berharga yang sangat mahal ...
Dan Dia akan menetapkanmu ke syurga ...
atau melemparkan dirimu ke neraka ...
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga ... tapi ...
Tapi ... sudah pantaskah sikap kita selama ini ...
untuk disebut sebagai ahli syurga
Sahabat ... mohon maaf ... jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia ... bukan aku berkhianat ... tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah ... aku pasti kan mendo'akanmu ...
Karena aku sungguh menyayangimu ...
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo'a ... semoga kau jadi ahli syurga ...
Aamien ...
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran".
(QS 103:1-3)
*****************
* tulisan di atas disalin dan diedit seperlunya dari kontribusi Gus Kholik atau Eko Suharsono (arso_1968@yahoo.co.id) yang dikirim ke milis tkdt@yahoogroups.com
Friday, July 25, 2008
Body Mass Index
Body Mass Index (BMI) adalah alat untuk menunjukkan status nutrisi kita.
Definisi BMI = berat (kg) dibagi tinggi kuadrat (meter persegi).
Contoh.
Seseorang dengan berat 70 kg dan tinggi 175 cm, maka BMI-nya = 22.9.
Untuk usia di atas 20 tahun, WHO telah merumuskan kategori BMI sebagai berikut:
Below 18.5 = Underweight
18.5 - 24.9 = Normal
25.0 - 29.9 = Pre-obese
30.0 - 39.9 = Obese
Above 40 = Very obese
BMI ideal adalah 21.7, tepat di tengah range normal.
Ini berarti dengan tinggi 170 cm, berat badan idealku adalah 63 kg.
Insya Allah aku menuju ke sana, sebagai upaya sadar untuk menjaga kesehatan pemberian Allah.
Definisi BMI = berat (kg) dibagi tinggi kuadrat (meter persegi).
Contoh.
Seseorang dengan berat 70 kg dan tinggi 175 cm, maka BMI-nya = 22.9.
Untuk usia di atas 20 tahun, WHO telah merumuskan kategori BMI sebagai berikut:
Below 18.5 = Underweight
18.5 - 24.9 = Normal
25.0 - 29.9 = Pre-obese
30.0 - 39.9 = Obese
Above 40 = Very obese
BMI ideal adalah 21.7, tepat di tengah range normal.
Ini berarti dengan tinggi 170 cm, berat badan idealku adalah 63 kg.
Insya Allah aku menuju ke sana, sebagai upaya sadar untuk menjaga kesehatan pemberian Allah.
Tuesday, July 22, 2008
Hari Pertama Sekolah
Monday, July 21, 2008
Bahagia di Atas Penderitaan Ban
First home visit, 18 Mei 2008.
Satu ban harus ditambal tubeless.
Mungkin karena saking menderitanya menanggung beban 6 penumpang.
Dekat tambal ban, ada warung indomie - kami sempet maem di situ sebelum foto ini diambil.
Dan itu cukup menjelaskan kenapa ada 'partikel-partikel krupuk' yang menempel dekat bibir Affan.

Thanks to my lovely wife for taking this lovely picture.
Satu ban harus ditambal tubeless.
Mungkin karena saking menderitanya menanggung beban 6 penumpang.
Dekat tambal ban, ada warung indomie - kami sempet maem di situ sebelum foto ini diambil.
Dan itu cukup menjelaskan kenapa ada 'partikel-partikel krupuk' yang menempel dekat bibir Affan.
Thanks to my lovely wife for taking this lovely picture.
Tuesday, July 8, 2008
Ultah Kyle
Saturday, July 5, 2008
Teman Setia
Aku tidak pernah bertemu fisik dengannya.
Aku tidak pernah berkenalan dengannya.
Tapi aku mengenalnya, walau dia, aku yakin, tidak mengenalku.
"Perkenalan sepihak" ini tidak menjadi hambatan buatku untuk menjadikannya teman setia.
Bahkan, tatkala dia sudah tiada.
Dia tetap menjadi teman setiaku.
Tiap hari aku mendengarkan suaranya.
Indah, merdu, tapi tidak cuma itu.
Dia mengalunkan lagu yang menggugah kesadaran.
Setiap aku mendengarkannya, dengan membuka mata hatiku, hampir pasti, aku akan meneteskan air mata.
Betapa besar jasanya, yang terus membantu mengingatkanku tentang hari yang pasti akan datang.
Saat mana mulut terkunci, tangan dan kaki kita bicara.
Menjadi saksi tentang apa saja yang pernah kita lakukan, dan ke mana saja kaki kita melangkah.
Chrisye,
Insya Allah jasamu ini menjadi amal jariyahmu yang abadi, yang menuntunmu kepada ampunan dan surga-Nya.
Di saat orang ramai mendiskusikan boleh tidaknya ayat al-Quran atau adzan dijadikan ringing tone di ponsel kita, aku merasa sangat nyaman untuk menggunakan lagumu saja.
Sebuah artikel untuk mengenangmu ...
* * *
Artikel Taufik Ismail tentang Krismansyah Rahadi (Chrisye)
Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi
(1949-2007) di majalah sastra HORISON.
Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA
TAUFIQ ISMAIL
Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan.
Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.
Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, "Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu.
Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A'uudzubillaahi minasy syaithoonirrojiim. "Alyawma nakhtimu 'alaa afwaahihim, wa tukallimunaa aydiihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti.
Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, "Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.
Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, "Chrisye? Sebuah Memoar Musikal", 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65 ..." kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia,
saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang!
Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.
Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan
luar biasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna
Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.
Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
* * *
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya.
Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.
Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau
berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ' kan?"
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.
* * *
Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Aamien.
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik: Taufiq Ismail
Lagu: Chrisye
Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya ... sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
Hamba-Mu yang hina ...
1997
* * *
Aku tidak pernah berkenalan dengannya.
Tapi aku mengenalnya, walau dia, aku yakin, tidak mengenalku.
"Perkenalan sepihak" ini tidak menjadi hambatan buatku untuk menjadikannya teman setia.
Bahkan, tatkala dia sudah tiada.
Dia tetap menjadi teman setiaku.
Tiap hari aku mendengarkan suaranya.
Indah, merdu, tapi tidak cuma itu.
Dia mengalunkan lagu yang menggugah kesadaran.
Setiap aku mendengarkannya, dengan membuka mata hatiku, hampir pasti, aku akan meneteskan air mata.
Betapa besar jasanya, yang terus membantu mengingatkanku tentang hari yang pasti akan datang.
Saat mana mulut terkunci, tangan dan kaki kita bicara.
Menjadi saksi tentang apa saja yang pernah kita lakukan, dan ke mana saja kaki kita melangkah.
Chrisye,
Insya Allah jasamu ini menjadi amal jariyahmu yang abadi, yang menuntunmu kepada ampunan dan surga-Nya.
Di saat orang ramai mendiskusikan boleh tidaknya ayat al-Quran atau adzan dijadikan ringing tone di ponsel kita, aku merasa sangat nyaman untuk menggunakan lagumu saja.
Sebuah artikel untuk mengenangmu ...
* * *
Artikel Taufik Ismail tentang Krismansyah Rahadi (Chrisye)
Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi
(1949-2007) di majalah sastra HORISON.
Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA
TAUFIQ ISMAIL
Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan.
Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.
Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, "Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu.
Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A'uudzubillaahi minasy syaithoonirrojiim. "Alyawma nakhtimu 'alaa afwaahihim, wa tukallimunaa aydiihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti.
Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, "Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.
Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, "Chrisye? Sebuah Memoar Musikal", 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65 ..." kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia,
saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang!
Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.
Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan
luar biasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna
Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.
Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
* * *
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya.
Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.
Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau
berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ' kan?"
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.
* * *
Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Aamien.
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik: Taufiq Ismail
Lagu: Chrisye
Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya ... sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
Hamba-Mu yang hina ...
1997
* * *
Tuesday, July 1, 2008
Tabungan
Monday, June 30, 2008
Ultah Nobita
Trade off
Dari dalam Gondola
We Love Milk
Pecel
Kebersamaan
Sadar Kamera
Saturday, June 28, 2008
Masjid di Vietnam
Pasar Ikan
Kota Bunga
17 Februari 2008. Bersama anugerah terindah dari-Nya: istriku Nina, putra-putri kami Affan (1 tahun 4 bulan) dan Nadya (2 tahun 11 bulan).
Satu dari sekian kebersamaan yang mengawali perjalanan baru dalam kehidupan keluarga kami. Sembilan belas hari kemudian, aku memulai tugas di Vietnam, berpisah dengan mereka secara geografis. Hatiku tetap bersama mereka. Hari ini, dan sampai kapan pun.
Subscribe to:
Posts (Atom)
