Perlu ta'awudz yang banyak bagi siapa saja yang biasa ceplas-ceplos.
Biasa mangap dulu dan mikir belakangan.
Yang lebih indah, tentu, yang biasa ta'awudz dan tutur-katanya terukur.
Mikir dulu, mangap belakangan.
Salah satu ungkapan yang sering terdengar adalah 'pembalasan lebih kejam'.
Jadi kalo saya disakiti oleh si Fulan, maka saya harus balas menyakiti Fulan dua, tiga atau sepuluh kali lebih kejam ... ngawur!!!
Baca ta'awudz, tahlil dan isti'adzah buat ngusir setan.
Dia (setan) memang musuh yang nyata dan bisa masuk merasuki pikiran manusia dengan gampangnya.
Harusnya, saya menyakiti si Fulan, sama, sebanding dengan si Fulan menyakiti saya, tidak boleh lebih.
Tapi, memaafkan adalah jauh lebih baik.
Jika saya sabar, insya Allah ada panen besar yang dipetik di akhirat bi-idznillaah.
QS 16:126
Saturday, November 1, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment